comscore

Ketiga Kalinya, Dirut PT DNK Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Pengadaan Satelit

Antara - 03 Februari 2022 22:11 WIB
Ketiga Kalinya, Dirut PT DNK Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Pengadaan Satelit
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kembali memeriksa Direktur Utama PT Dini Nusa Kusuma (DNK) Surya Witoelar terkait rasuah proyek Satelit Kementerian Pertahanan Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur. Ini merupakan kali ketiga Surya diperiksa sebagai saksi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan ada dua saksi yang diperiksa hari ini. Pertama Surya Witoelar, kedua Denny Seitiawan selaku Direktur Penataan Sumber Daya.
"Saksi diperiksa terkait tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit Slot Orbit 123 Bujur Timur pada Kementerian Pertahanan," kata Leonard dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 3 Februari 2022.

Surya Witoelar pertama kali diperiksa pada Selasa, 18 Januari 2022. Pemeriksaan kedua berlangsung pada Senin, 24 Januari 2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi menyebutkan pemeriksaan terhadap Surya Witoelar untuk menggali keterangan terhadap yang bersangkutan. Selain sebagai Direktur Utama PT DNK, Surya Witoelar juga merupakan Staf Ahli Kementerian Pertahanan.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar, dia lihat dan dialami, guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi," kata Supardi.

Baca: Tim Ahli Kemhan Diperiksa Kejagung Soal Korupsi Pengadaan Satelit

PT DNK merupakan sebagai pemegang Hak Pengelolaan Filling Satelit Indonesia untuk dapat mengoperasikan satelit atau menggunakan Spektrum Frekuensi Radio di Orbit Satelit tertentu.

Selain saksi dari PT DNK, penyidik juga telah memeriksa Staf Ahli Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial KH pada Rabu, 2 Februari 2022. Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Senin, 31 Januari 2022, yakni BS dan M.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan keputusan tentang hak penggunaan filling satelit Indonesia pada orbit 123 derajat untuk filling Satelit Garuda-2 dan Nusantara A1-A kepada PT DNK.

Pada 10 Desember 2018, Kominfo mengeluarkan keputusan tentang Hak Penggunaan Filling Satelit Indonesia pada Orbit 123 derajat BT untuk Filling Satelit Garuda-2 dan Nusantara A1-A kepada PT DNK. Namun, PT DNK tidak mampu menyelesaikan permasalahan residu Kemhan dalam pengadaan Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan).

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id