comscore

24 Terduga Teroris Ditangkap, Pengamat Waspadai Ini

Antara - 17 Mei 2022 18:54 WIB
24 Terduga Teroris Ditangkap, Pengamat Waspadai Ini
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap 24 teroris di sejumlah daerah. Penangkapan ini mesti ditindaklanjuti dengan sejumlah hal.

"Terpenting setelah penangkapan ini adalah mengupas tuntas pendanaan terorisme," kata pengamat militer Susaningtyas Kertopati melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Mei 2022.
Merujuk buku Terrorist Criminal Enterprises: Financing Terrorism Through Organized Crime, terorisme memanfaatkan institusi–institusi finansial untuk melakukan pencucian uang (money laundering). Mereka menggunakan metode pemindahan uang yang kompleks dan melampaui batas negara untuk kepentingan pendanaan terorisme.
 
"Perspektif ini mengantarkan kita bahwa pendanaan terorisme merupakan masalah global yang tidak hanya mengancam keamanan, namun juga menghambat stabilitas, transparansi, dan efisiensi sistem finansial," kata mantan anggota Komisi I DPR ini.

Menurutnya, pendanaan terorisme ini bisa ditangani sebagaimana negara maju melakukannya. Berkaca pada Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat memiliki executive order (EO) untuk membekukan aset milik badan yang mendukung organisasi teroris dan teridentifikasi pada Foreign Terrorist Organization (FTO).

Susaningtyas mengatakan Indonesia telah meratifikasi International Convention for the Suppression of the Financing of Terrorism dalam UU No 6 Tahun 2006. Dengan ratifikasi itu, Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dalam melakukan langkah hukum memberantas pendanaan terorisme, khususnya yang bersifat lintas negara.
 
Selain itu, terdapat pula UU No 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme yang menempatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaki Keuangan  (PPATK) sebagai garda terdepan. Dalam UU tersebut, pendanaan terorisme adalah segala perbuatan dalam rangka menyediakan, mengumpulkan, memberikan, atau meminjamkan dana, baik langsung maupun tidak langsung, dengan maksud untuk digunakan untuk melakukan kegiatan terorisme, organisasi teroris, atau teroris.

Baca: Teroris ISIS yang Ditangkap Suplai Logistik Kelompok MIT Poso

"Persoalan pendanaan terorisme ini dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat (velox et exactus) bila para pihak bukan hanya serius, tetapi juga memahami dinamika alur pendanaan tersebut," kata dia.
 
Untuk itu, dia menekankan agar aparat dan intelijen harus memiliki pengetahuan cukup dalam bidang ekonomi yang berkelindan dalam aktivitas terorisme. "Iman aparat dalam penggalangan juga harus kuat, agar justru tak mudah digalang balik oleh kelompok teroris," kata dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengungkap keterlibatan 24 anggota kelompok teroris. Mereka berasal dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang juga pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ke-24 tersangka tersebut ditangkap di sejumlah wilayah, yakni 22 orang di Sulawesi Tengah, 1 orang di Bekasi, Jawa Barat dan 1 orang lagi di Kalimantan Timur. Penangkapan berlangsung Sabtu, 14 Mei 2022.

"Keterlibatan dari 24 tersangka, yaitu secara umum beberapa kali mengikuti kegiatan idad (pelatihan dan baiat) kepada amirul mukminin (pimpinan) ISIS," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa, 17 Mei 2022.

Baca: 10 Senjata Api Disita dari Penangkapan 24 Tersangka Terorisme

Ramadhan menyebutkan ISIS memiliki pemimpin baru, yaitu Abu Hassan al-Hashemi al-Qurashi. Ia menggantikan Abu Ibrahim al-Qurashi yang tewas. Abu Hassan diumumkan sebagai pemimpin ISIS pada Maret 2022.

"Jadi beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru, yaitu Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi," ucapnya.

(UWA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id