Modus Pembobolan Rekening Ilham Bintang

    Siti Yona Hukmana - 05 Februari 2020 23:31 WIB
    Modus Pembobolan Rekening Ilham Bintang
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Rekening wartawan senior, Ilham Bintang, dibobol komplotan kriminal karena data-data pentingnya dicuri. Informasi ini didapat dari sistem laporan informasi keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

    "SLIK OJK itu berisi data-data pribadi berupa nomor rekening, nomor kartu kredit, nomor telepon, limit rekening, limit kartu kredit, NIK (nomor induk kependudukan), KTP (kartu tanda penduduk)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020. 

    Menurut dia, data ini didapat dari karyawan Bank Bintara Pratama Sejahtera (BPR), Hendri Budi Kusumo, 25. Dia mengambil target secara acak dengan membuka basis data kekayaan nasabah. Data Ilham Bintang, yang merupakan bos media Cek & Ricek, kemudian keluar. 

    Hendri lalu meminta dua rekan sekantornya, Heni Nur Rahmawati, 25, dan Rifan Adam Pratama, 25, mendatangi gerai Indosat Bintaro Jaya X-Change, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 3 Januari 2020. Mereka mengaku sebagai Ilham untuk mendapatakan kartu ponsel baru.

    "Pada saat dicek dengan dihubungi nomor Ilham tidak dapat dihubungi. Saat mati itu dia berupaya secepat mungkin membuat SIM card baru," ucap Yusri.

    Kala itu, Ilham memang tengah menuju ke Australia. Untuk meyakini petugas di gerai Indosat, pelaku Jati Waluyo diperintahkan untuk membuat KTP palsu. Dia menggunakan KTP bekas dan memasukkan data-data yang didapat dari Hendri.

    "Jadi, data Pak Ilham. Fotonya saja yang foto orang lain," papar Yusri. 

    Setelah nomor ponsel baru selesai dibuat, tersangka Teti Rosmiawati, 46; Wasno, 52; dan Arman Yunianto, 53; meminta nomor ponsel lama diblokir. Dengan begitu, Ilham sudah tidak bisa menggunakan kartu ponselnya. 

    Otak kejahatan ini, Desar alias Erwin, 28; lalu memasukkan nomor ponsel baru ke dalam gawainya. Desar masuk ke aplikasi Yahoo dengan mengatur ulang kata sandi. Saat diminta one time password (OTP), dia menerima pesan singkat melalui nomor baru.

    "Bisa masuk email. Di pesan email ada masuk data BNI dan Bank Commontwealth. Mulailah Desar ini bermain," ujar Yusri. 

    Modus Pembobolan Rekening Ilham Bintang
    Tersangka pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    Pertama, kata Yusri, Desar membeli barang di Lazada dan Blibli.com dengan pembayaran sistem kartu kredit. Salah satu barang yang dibeli di Lazada yakni emas. Logam mulia itu bakal dijual kembali.

    "Setelah dapat uang dimasukkan ke rekening penampung. Total uang yang didapat di Bank Commontwealth Rp200 juta, di BNI Rp83 juta. BNI sudah mengganti rugi uang Pak Ilham. Sementara Commontwealth belum dapat kabar sampai saat ini," pungkas Yusri. 

    Para tersangka dijerat Undang-Undang Pasal 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 363, Pasal 263 KUHP, serta UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id