Dekan hingga Pengacara Lolos Seleksi Administrasi Calon Hakim MA

    Siti Yona Hukmana - 12 Agustus 2020 04:32 WIB
    Dekan hingga Pengacara Lolos Seleksi Administrasi Calon Hakim MA
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Komisi Yudisial (KY) mengumumkan hasil seleksi administrasi calon hakim (cakim) agung kamar tata usaha negara (TUN), cakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor), dan cakim ad hoc hubungan industrial pada Mahkamah Agung (MA). Proses seleksi administrasi diselenggarakan 10 hingga 30 Juli 2020.

    "Untuk calon hakim agung kamar TUN khusus bidang pajak yang lulus seleksi administrasi ada enam orang, semuanya laki-laki," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari dalam konferensi pers daring, Selasa, 11 Agustus 2020. 

    Aidul mengatakan pendaftar calon hakim agung kamar TUN khusus bidang pajak mencapai 16 orang. Keenam orang yang lulus berlatar belakang pendidikan satu orang magister dan lima orang doktor. 

    "Latar belakang profesi hakim tiga orang, akademisi dua orang, dan satu orang pengacara," ujar Aidul. 

    Keenam orang itu yakni Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara Budiman Ginting, pengacara Eddhi Sutarto, dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Lauddin Marsuni, hakim tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung Mustamar, hakim tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara Medan AK Setiyono, dan hakim pada pengadilan pajak Triyono Martanto.

    Sementara itu, peserta yang lolos seleksi administrasi calon hakim ad hoc tipikor pada MA mencapai 76 orang dari 103 pendaftar. Rinciannya, 67 orang laki-laki dan sembilan orang perempuan. 

    "Latar belakang pendidikan ada enam orang sarjana, 51 magister dan 19 orang doktor. Mereka itu ada yang profesi akademisi tiga orang, 61 hakim, tujuh pengacara dan lainnya lima orang," ungkap Aidul. 

    Di sisi lain, peserta yang lolos seleksi administrasi calon hakim ad hoc hubungan industrial pada MA mencapai 35 orang dari 59 pendaftar. Rinciannya, 31 orang laki-laki dan empat orang perempuan. Latar belakang pendidikannya, 10 orang sarjana, 21 magister dan empat orang doktor. 

    "Dari 35 calon hakim ad hoc hubungan industrial yang lulus administarsi diusulkan oleh Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) 18 orang dan serikat pekerja 17 orang," ucap Aidul.

    Calon hakim yang lolos seleksi administrasi tersebut akan mengikuti seleksi tahap II atau seleksi kualitas yang digelar Senin dan Selasa, 24-25 Agustus 2020 pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. Tes itu dilaksanakan secara daring melalui situs poster.setneg.go.id. 

    "Terkait seleksi tahap kedua ada empat yang akan diujikan, pertama menulis makalah di tempat ada studi kasus hukum, kedua terkait dengan penyusunan putusan, ketiga terkait studi kasus kode etik dan terakhir tes objektif," kata Aidul. 

    Para peserta seleksi tahap II wajib mengirimkan pakta integritas pada Selasa, 18 Agustus 2020. Pakta integritas itu sebagai komitmen untuk berperilaku jujur dan tidak membuat kecurangan selama proses tes daring. 

    Baca: 61 Peserta Calon Hakim Gugur Administrasi

    Tes dilaksanakan di tempat peserta masing-masing. Pengawas akan memantau dengan komputer yang telah disediakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Selatan. 

    "Kita harapkan dapat memporoleh hakim agung yang berintegritas, memiliki kompetensi yang baik menciptakan MA yang berintegritas," ujar Aidul.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id