Dua Terdakwa Korupsi Proyek di Papua Mendengarkan Vonis dari Tahanan

    Fachri Audhia Hafiez - 30 Maret 2020 16:15 WIB
    Dua Terdakwa Korupsi Proyek di Papua Mendengarkan Vonis dari Tahanan
    Sidang dua terdakwa korupsi proyek pengadaan pekerjaan peningkatan Jalan Kemiri-Depapre di Kabupaten Jayapura pada APBD-P Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tahun Anggaran (TA) 2015. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Dua terdakwa korupsi proyek pengadaan pekerjaan peningkatan Jalan Kemiri-Depapre di Kabupaten Jayapura, Papua, menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis. Pembacaan sedikit berbeda karena terdakwa tidak dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

    Kedua terdakwa, ialah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Mikael Kambuaya dan Komisaris PT Manbers Jaya Mandiri (MJM) sekaligus pemegang saham mayoritas PT Bintuni Energy Persada (BEP) David Manibui. Keduanya mendengarkan amar putusan dari dalam tahanan.

    Pantauan Medcom.id, hanya majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukum yang hadir di ruang sidang. Terdakwa dikomunikasikan langsung melalui teleconfrence. Langkah ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona (covid-19).

    Mikael Kambuaya divonis lima tahun enam bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara. Sedangkan David Manibui dihukum tujuh tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

    (Baca: Mantan Kadis Papua Dituntut Delapan Tahun Bui)

    "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Siradj di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 30 Maret 2020.

    Keduanya terbukti melakukan praktik rasuah terkait proyek pengadaan pekerjaan peningkatan Jalan Kemiri-Depapre di Kabupaten Jayapura pada APBD-P Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tahun Anggaran (TA) 2015. Kerugian negara ditaksir lebih dari Rp40 miliar.

    Hukuman terdakwa diberatkan lantaran tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Sedangkan hal meringankan keduanya bersikap sopan di persidangan, memiliki tanggungan keluarga, dan tidak pernah dihukum.

    Mikael dan David terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id