236 Eks Narapidana Penerima Asimilasi Berulah

    Siti Yona Hukmana - 29 Juni 2020 17:32 WIB
    236 Eks Narapidana Penerima Asimilasi Berulah
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Ratusan eks narapidana penerima program asimilasi dan integrasi kembali ditangkap. Mereka berulah begitu kembali ke masyarakat.

    "Data terakhir yang ada pada kami, yaitu ada 236 orang yang mengulangi kembali tersebar di 29 provinsi," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly dalam diskusi daring bertema Kebijakan Pembebasan Narapidana, Senin, 29 Juni 2020.

    Sebanyak 226 eks narapidana melakukan pelanggaran syarat umum dan 10 eks narapidana melanggar syarat khusus. Rinciannya, 80 eks narapidana dimasukkan ke sel tersendiri, 147 di tahanan polisi, tiga buron, dan dua eks narapidana ditembak mati.

    "Narapidana yang melakukan kembali perbuatan tindak pidananya kita mengambil tindakan yang cukup keras," ujar Yasonna.

    Yasonna mengeluarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Menurut dia, kebijakan itu dibuat atas pertimbangan dan masukan dari Komisioner Tinggi HAM PBB, Komnas HAM, pengamat, dan balai pemasyarakatan (bapas). Kelebihan kapasitas sangat berbahaya jika ada yang terserang virus korona (covid-19).

    Baca: Asimilasi Diklaim Mengakibatkan Kapasitas Lapas di Indonesia Bertambah

    Yasonna menyebut dari program asimilasi dan integrasi bobot kapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas) bertambah menjadi 74 persen. Indonesia memiliki 525 lapas dengan kapasitas 132.107 dan penghuni saat ini 229.431 yang sebelumnya 270.231.

    Yasonna mewanti-wanti eks narapidana kambuhan. Dia tak ingin narapidana itu mencoreng program asimilasi dan integrasi yang tujuannya untuk mengurangi kelebihan kapasitas dan mencegah penyebaran virus korona.

    "Jadi, saya sudah perintahkan kepada jajaran nanti dalam program kalau masih ada yang dikeluarkan kita lihat betul, kalau dia residivis pencuri kita evaluasi betul sebelum dikeluarkan, karena tindak pidana yang mayoritas nengulang kembali adalah yang mayoritas tindak tindak pencurian," beber dia.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id