Polisi Periksa Ahmad Fanani Sebagai Tersangka

    Siti Yona Hukmana - 22 Juli 2019 12:59 WIB
    Polisi Periksa Ahmad Fanani Sebagai Tersangka
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akan memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani. Ahmad diperiksa sebagai tersangka untuk pertama kali.

    "Hari ini panggilan Ahmad Fanani sebagai tersangka," kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id, Senin, 22 Juli 2019. 

    Bhakti mengatakan mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah itu dijadwalkan diperiksa sekitar pukul 10.00 WIB. Surat panggilan telah dilayangkan pada Jumat, 19 Juli 2019.

    "Jumat kita panggil untuk diperiksa hari ini. Seharusnya sudah hadir di Polda Metro Jaya," kata Bhakti.

    Bhakti tak bisa memastikan kedatangan Fanani. Ia harus memastikan hal itu kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

    Baca: Nunung Pesan Sabu Berkedok Perhiasan

    Fanani ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Rabu, 19 Juni 2019. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.  

    Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka adalah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia.

    Polisi juga memeriksa sejumlah eks pengurus Pemuda Muhammadiyah. Di antaranya, mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah Putra Batu Bara, mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Virgo Sulianto Gohardi, mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Fuji Abdurrohman dan Syahputra.

    Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
     
    Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena dituding menilap uang. Namun, Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
     
    Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia diselenggarakan di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id