Romahurmuziy Akui Menyesal

    Fachri Audhia Hafiez - 19 Desember 2019 05:00 WIB
    Romahurmuziy Akui Menyesal
    Sidang terdakwa Romahurmuziy. Medcom.id/ Fachri A
    Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romy, menyesal atas kasus dugaan suap yang menjeratnya. Kejadian ini dinilai turut berdampak pada keluarganya.

    "Secara pribadi saya menyesalkan kejadian ini yang mulia. Karena saya dilahirkan dalam tradisi politik dan mulai dari kakek buyut sampai dengan ibu saya anggota DPR," kata Romy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2019.

    Romy sempat menitikkan air mata saat ia menceritakan kondisi anaknya. Anak perempuan semata wayangnya terpukul saat mengetahui ayahnya kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Maret 2019 lalu.

    "Nama baik saya dihancurkan, adalah masa yang sulit tentu bagi keluarga pada waktu itu menghadapi persoalan ini. Betapa susahnya memberikan pengertian kepada dia yang langsung jatuh mentalnya dan kebetulan sudah lulus SD minta sekolah ke luar negeri," ujar Romy sambil menangis.

    Romy mengatakan, mimpi untuk memenangkan PPP pada pemilu 2019 pupus. Romy mengklaim suara partai berlogo Kabah anjlok dampak dari penangkapannya.

    "Hanya 32 hari sebelum pemilu dan akibatnya seperti yang sudah saya sampaikan, kami kehilangan lebih dari separuh kursi PPP. Ini adalah sebuah peristiwa yang tak termaafkan," cetus Romy.

    Dalam kasus ini, Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin. Dia juga disebut menerima Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jatim, Muafaq Wirahadi.

    Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris.

    Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id