Pembobol ATM Bank DKI Gunakan Identitas Orang Lain

    Candra Yuri Nuralam - 30 November 2019 14:32 WIB
    Pembobol ATM Bank DKI Gunakan Identitas Orang Lain
    ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Jakarta: Polisi menyebut tersangka pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menggunakan banyak kartu ATM Bank DKI dalam melancarkan aksinya. Mereka sengaja membuat banyak kartu ATM menggunakan identitas orang lain. 

    "Ada satu tersangka mencoba untuk membuat ATM dari orang-orang lain, buka buku rekening, kemudian ATM-nya diambil dan dia mengambil (uang) dari ATM itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 30 November 2019. 

    Iwan mengatakan aksi para tersangka pembobolan ATM Bank DKI bermula dari keisengan. Ketika bertransaksi di ATM, para tersangka menemukan bug, istilah untuk kesalahan desain pada perangkat keras atau perangkat lunak yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada peralatan atau program sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

    "Dia secara enggak sengaja awalnya tidak sengaja pada saat mengambil uang tiba-tiba dia melihat saldonya tidak berkurang. Nah di situ dia mencoba lagi dan terus mencoba lagi," ujar Iwan.

    Iwan memastikan hingga kini baru 13 orang yang menjadi tersangka pembobolan ATM Bank DKI. Seluruh tersangka merupakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sementara, total ada 41 orang yang sudah diminta keterangan sebagai saksi.

    "41 saksi itu hampir seluruhnya itu anggota Satpol PP," kata Iwan.

    Polisi terus mengusut kasus pembobolan ATM yang merugikan Bank DKI hingga Rp50 miliar. Polisi berjanji membeberkan semua kasus ini kepada publik usai pendalaman yang dilakukan penyidik.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id