Pihak Luar Dipersilakan Terlibat dalam Pengusutan Kasus Unlawful Killing

    Siti Yona Hukmana - 08 April 2021 01:57 WIB
    Pihak Luar Dipersilakan Terlibat dalam Pengusutan Kasus <i>Unlawful Killing</i>
    Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polri mempersilakan pihak luar terlibat dalam pengusutan kasus unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Rizieq Shihab. Sebab, banyak pihak memelototi kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh anggota Polda Metro Jaya itu.

    "Artinya siapa pun yang ingin melibatkan diri membantu Polri dalam pengungkapan ini, kami terbuka," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7 April 2021.






    Ramadhan menyebut alat bukti yang sah dalam sebuah perkara ialah keterangan saksi, surat keterangan, dan petunjuk. Hal itu sesuai Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pihaknya membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memberikan keterangan untuk melengkapi alat bukti.  

    "Banyak yang memberikan komen, keterangan, petunjuk, surat. Kita acuannya adalah hukum di Pasal 184 KUHAP. Alat bukti yang sah itu ada lima, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa," jelas Ramadhan.  

    Namun, Ramadhan menekankan pihak yang ingin bersaksi harus sesuai undang-undang. Kesaksian bukan komentar liar atau keterangan yang tidak bertanggung jawab.

    Dia menyebut pihak-pihak yang ikut terlibat bisa saja berperan sebagai pemberi petunjuk, keterangan, atau yang bersifat keterangan ahli. Namun, komentar liar dan tidak bertanggung jawab tak akan ditanggapai.

    "Saya memberi komentar, saya ingin dijadikan sebagai saksi, itu bisa. Saya ahli misalnya, saya ingin jadi saksi, jadi kita tidak liar. Sekali lagi Polri menghargai siapa pun yang ingin melibatkan diri dalam membantu pengungkapan kasus KM 50 ini," ujar Ramadhan.

    (Baca: 2 Tersangka Unlawful Killing Tak Ditahan)

    Ramadhan mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah alat bukti. Meski begitu, penyidik masih tetap melakukan pendalaman. Termasuk, mengakomodasi rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menetapkan tiga anggota polisi sebagai tersangka kasus unlawful killing. Namun, status tersangka terhadap EPZ gugur. Sebab, dia meninggal akibat kecelakaan tunggal di Tangerang Selatan pada 3 Januari 2021.

    Penyidik fokus mendalami dua tersangka lain yang belum disebutkan identitasnya. Terutama, peran dalam dugaan penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Rizieq.

    Ada dua peristiwa yang menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

    Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.
     
    Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
     
    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing oleh aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi yang disebut unlawful killing.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id