Kasus Bansos, Harry dan Ardian Didakwa Suap Juliari Rp3,2 Miliar

    Fachri Audhia Hafiez - 24 Februari 2021 16:12 WIB
    Kasus Bansos, Harry dan Ardian Didakwa Suap Juliari Rp3,2 Miliar
    Suasana sidang pembacaan dakwaan terdakwa Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum Ardian Iskandar Maddanatja, Rabu, 24 Februari 2021. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Presiden Direktur PT Tiga Pilar Agro Harry Van Sidabukke dan konsultan hukum Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dengan total Rp3,2 miliar. Suap itu untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

    "(Terdakwa) telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nur Azis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Februari 2021.






    Dakwaan terhadap kedua terdakwa dibacakan terpisah. Dakwaan Harry tercatat dengan nomor perkara 8/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst, sedangkan Ardian dengan nomor perkara 9/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst. Harry diduga memberikan Rp1,28 miliar kepada Juliari, dan Ardian Rp1,95 miliar.

    Baca: Penyuap Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Perdana

    Uang suap tersebut diduga mengalir ke dua pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos Kementerian Sosial (Kemensos) periode Oktober-Desember 2020, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Uang diberikan untuk pengadaan paket bansos yang berbeda.

    Harry diduga memberikan uang untuk mendapatkan pengadaan bansos hingga 1.519.256 paket. Pengadaan paket itu dilakukan melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude.

    Ardian diduga memberikan uang untuk penunjukan pengadaan bansos melalui PT Tigapilar Agro Utama. Paket bansos itu untuk tahap 9, tahap 10, tahap komunitas, dan tahap 12 hingga 115 ribu paket.

    "(Hal ini) bertentangan dengan kewajiban Juliari Peter Batubara, Adi Wahyono, dan Matheus Joko Santoso sebagai penyelenggara negara," ujar jaksa.

    Harry dan Ardian didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id