Firli Minta Masyarakat Tak Takut Melapor Jika Penyidik KPK Minta Duit

    Candra Yuri Nuralam - 23 April 2021 07:08 WIB
    Firli Minta Masyarakat Tak Takut Melapor Jika Penyidik KPK Minta Duit
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta masyarakat melapor jika ada penyidik yang meminta uang untuk menutup perkara. Dia tak mau kasus serupa dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terulang.

    "Kami meminta apabila ada pihak yang meminta fasilitas, uang, dan sebagainya, atas dalih penghentian perkara atau dalih lainnya, segera melapor," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.






    Firli menegaskan penerimaan duit atau fasilitas hukumnya haram bagi seluruh pegawai KPK. Lembaga Antikorupsi bakal menindak siapa pun pegawai yang berani 'memalak' masyarakat dengan dalih penanganan kasus.

    Baca: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dibidik KPK

    Imbauan untuk melaporkan penyidik KPK yang meminta duit ini bukan hanya untuk masyarakat. Pelaporan bisa dilakukan pemerintah daerah hingga pelaku usaha.

    "Segera melapor kepada kepolisian setempat dan menginformasikan ke KPK," tegas Firli.

    Penyidik KPK asal Polri Stefanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Syahrial menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara di Tanjungbalai pada 2020 sampai 2021. Robin dan Maskur sudah ditahan. Sementara itu, Syahrial masih diperiksa intensif.

    Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11  Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Sementara itu, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id