comscore

MA Bantah Larang Pengambilan Gambar dan Audio di Persidangan

Fachri Audhia Hafiez - 30 Desember 2020 18:38 WIB
MA Bantah Larang Pengambilan Gambar dan Audio di Persidangan
Ketua MA, M Syarifuddin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) meluruskan isu yang menyebut pelarangan pengambilan dokumentasi selama persidangan terbuka. Ketua MA, M Syarifuddin, menegaskan aturan yang benar meminta izin terlebih dahulu kepada hakim atau ketua majelis yang menyidangkan perkara.

"Saya pastikan sekali lagi bahwa tidak ada pelarangan pengambilan foto dan rekaman baik audio maupun visual di persidangan," kata Syarifuddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung RI melalui akun YouTube MA, Rabu, 30 Desember 2020.
Dia menyebut permintaan izin kepada hakim agar pelaksanaan pengambilan foto dan rekaman bisa berjalan dengan tertib dan teratur. Aturan pengambilan audio dan visual di lembaga peradilan diatur di berbagai negara.

"Bahkan, ada beberapa negara yang menerapkan larangan penuh dalam pengambilan gambar di lokasi pengadilan," ujar dia.

Dia meminta pengambilan gambar atau rekaman suara dilakukan dengan tertib. Hal itu untuk menjaga wibawa lembaga peradilan.

"Lembaga peradilan bukan milik para hakim dan aparatur peradilan saja, melainkan milik kita semua dan bangsa Indonesia. Jika bukan kita yang menjaga keluhuran harkat dan martabat peradilan, lalu siapa lagi?" tutur dia.

Aturan soal pengambilan audio dan visual selama proses persidangan diatur dalam Peraturan MA (Perma) Nomor 5 Tahun 2020 sebagaimana diubah dengan Perma Nomor 6 Tahun 2020 tentang Protokol Persidangan dan Keamanan dalam Lingkungan Pengadilan. Aturan menyebut pengambilan foto, rekaman audio, dan atau rekaman audio visual harus seizin hakim atau ketua majelis hakim yang bersangkutan sebelum dimulainya persidangan.

Syarifuddin menyebut Perma dibuat untuk menegakkan tata tertib persidangan. Sekaligus, melindungi para hakim, aparatur peradilan, dan para pencari keadilan.

"Perma ini juga sebagai respons atas banyaknya tindakan penyerangan terhadap hakim dan aparatur peradilan dalam proses tersebut," jelas dia.

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id