Polisi Hentikan Kasus Siswi Bunuh Diri karena Belajar Daring

    Lina Herlina - 01 November 2020 01:03 WIB
    Polisi Hentikan Kasus Siswi Bunuh Diri karena Belajar Daring
    Ilustrasi meninggal. Medcom.id
    Jakarta: Kepolisian Resor Gowa, Sulawesi Selatan, menghentikan kasus kematian MI, 16. Pelajar itu melakukan aksi bunuh diri dengan menenggak racun hama karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online.

    "Keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian siswa sekolah menengah atas itu dan menolak diautopsi," kata Kepala Bagian Humas Polres Gowa AKBP Mangatas Tambunan, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Mangatas mengungkapkan kematian MI diketahui adiknya berinisial I, 8, pada 17 Oktober 2020 pukul 08.30 Wita. MI dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kamar.

    I, lalu memanggil tantenya DG, 45, dan memberi tahu kondisi MI. DG menemukan mulut MI berbusa.

    "Karena melihat kondisi itu, DG langsung memanggil orang tua korban dan tetangga untuk memberi pertolongan pertama. Tapi ternyata MI sudah tidak bernyawa lagi sebelum tiba di rumah sakit," beber Mangatas.

    (Baca: Polisi Diminta Ungkap Motif Lain di Kasus Bunuh Diri Siswi)

    Polres Gowa sempat menyelidiki kasus itu. Korban meminum racun dengan alasan tugas sekolah lewat online yang diberikan. Korban juga kesulitan lantaran medan tempat tinggal di pegunungan dan jaringan internet bermasalah.

    Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan membantah hal itu. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami, mengungkapkan ada fakta lain yang ditemukan.

    "Jadi bunuh dirinya bukan karena banyak tugas belajar online, tapi karena masalah pribadi dengan pria. Chat terakhirnya korban itu membahas masalah cowok. Tidak lama setelah membahas itu, dia membahas soal racun apa yang bisa membuat mati," ungkap Fitri.

    Fitri juga mengaku sempat berbincang dengan orang tua korban. MI diketahui anak yang pendiam.

    "Tidak ada indikasi jika kesulitan saat belajar online. Tapi katanya sempat meminta dibelikan kendaraan bermotor juga, tapi tidak dikabulkan karena keterbatasan ekonomi," tutur Fitri.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id