KPK Sita Mobil Anak Bupati Labuhanbatu Utara

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Januari 2021 10:06 WIB
    KPK Sita Mobil Anak Bupati Labuhanbatu Utara
    Ilustrasi KPK. Dok. MI
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang milik Erni Arianti, anak Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara, periode 2016-2021, Khairuddin Syah (KSS) alias Buyung. Khairuddin merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) APBN Perubahan 2017 dan APBN 2018.

    "Tim penyidik melakukan penyitaan satu unit mobil dari anak Bupati Labura, yaitu Erni Arianti," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 6 Januari 2021.

    Ali mengatakan pembelian mobil tersebut diduga menggunakan uang dari kontraktor yang mendapatkan proyek di Labura. Barang bukti tersebut dititipkan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Sumatra Utara.

    KPK masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Penyidik juga menggali keterangan saksi dari unsur swasta.

    Saksi dari pegawai Gembira Money Changer, Widya Santi Kumari, dan pegawai Deli Megah Valutindo, Sally, diminta menjelaskan barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini. Mereka juga dicecar soal proses penukaran uang di money changer.

    Baca: Penyidikan Korupsi Bupati Labuhanbatu Utara Dipertajam Lewat 2 Kadis

    Sementara itu, Kepala Cabang Dealer Suzuki Arista Abadi, Liwan, digali pengetahuannya terkait pembelian kendaraan. Pembelian kendaraan yang tak disebutkan jenisnya itu diduga hadiah dari kontraktor.

    "Dikonfirmasi mengenai adanya pembelian unit kendaraan untuk kepentingan tersangka yang uangnya diduga berasal dari pihak kontraktor," ujar Ali.

    Khairuddin ditetapkan sebagai tersangka bersama eks Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2019, Puji Suhartono (PJH). Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan 2018.

    Khairuddin diduga menyuap dua pegawai Kementerian Keuangan agar memperoleh potensi DAK sesuai yang diajukan, yakni Rp504,7 miliar. Keduanya adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo; dan mantan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Kementerian Keuangan, Rifa Surya.

    Fulus diberikan dari Khairuddin secara bertahap senilai SGD290 ribu dan Rp500 juta. Sedangkan, Puji Suhartono diduga menampung salah satu uang suap senilai Rp100 juta melalui rekeningnya. Uang tersebut terkait pengurusan DAK untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara pada APBN 2018.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id