4 Kesepakatan Anggota Interpol Atasi Cyber Crime dan Terorisme

    Meilikhah - 09 November 2016 08:14 WIB
    4 Kesepakatan Anggota Interpol Atasi Cyber Crime dan Terorisme
    Sidang Umum Interpol ke-85 di Bali/ANT/Nyoman Budhiana
    medcom.id, Nusa Dua: Pembahasan penanganan kejahatan cyber dan terorisme di hari kedua Sidang Umum Interpol menghasilkan beberapa kesepakatan. 190 negara anggota yang aktif di Interpol wajib melaksanakannya.
     
    Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Johanis Asadoma mengatakan, sedikitnya ada empat kesepakatan yang dihasilkan dari pembahasan penanganan kejahatan cyber dan terorisme.
     
    "Pada intinya, untuk cyber crime dan terorisme, karena berbagai modus operandi yang berkembang, masing-masing anggota lebih meningkatkan informasi intelijen, kerjasama dalam sharing informasi intelijen," kata Johanis, di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/11/2016).
     
    Masing-masing anggota negara Interpol juga, kata Johanis, harus meningkatkan kapasitas atau kemampuan sumber daya manusia karena modus kejahatan akan terus berkembang selain dengan kerja sana regional antarnegara Interpol.
     
    "Kemudian pemanfaatan teknologi informasi, karena hampir semua kejahatan sekarang memanfaatkan itu," katanya.
     
    Terakhir, menurut Johanis, pengembangan perangkat komunikasi perlu dilakukan organisasi Interpol untuk lebih mudah memantau, mendeteksi berbagai kejahatan yang menggunakan teknologi informasi.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id