comscore

3 Modus Korupsi di Garuda Indonesia

Tri Subarkah - 24 Februari 2022 19:41 WIB
3 Modus Korupsi di Garuda Indonesia
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin membeberkan modus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (persero) Tbk dalam kurun waktu 2011-2021. Ada tiga cara yang dilakukan para tersangka.

Pertama, kata Burhanuddin, tidak dilakukannya kajian studi kelayakan dan rencana bisnis pengadaan pesawat secara memadai. Padahal, kajian tersebut memuat analisis pasar, rencana jaringan penerbangan, analisis kebutuhan pesawat, proyeksi keuangan, dan analisis risiko.
"Tidak disusun atau tidak dibuat secara memadai berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan barang jasa, yaitu efektif, efisien, kompetitif, transparan, adil, wajar, serta akuntabel," ujar Burhanuddin di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 24 Februari 2022.

Kedua, adanya pengarahan memenangkan pihak penyedia barang dan jasa selama proses pelelangan. Penyidikan yang dilakukan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) berfokus pada pengadaan pesawat jenis CRJ1000 dan ATR 72-600. Burhanuddin menyebut proses pelelangan dalam pengadaan pesawat itu untuk memenangkan pabrikan Bombardier dan ATR.

"Kemudian modus yang ketiga, adanya indikasi suap menyuap dalam proses pengadaan," jelas Burhanuddin.

Baca: Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengadaan Pesawat Garuda

Jaksa Agung menegaskan telah terjadi penyimpangan dan menyebabkan Garuda Indonesia merugi dalam operasionalisasi dua jenis pesawat tersebut. Adapun Bombardier, ATR, serta dua lessor yang berkedudukan di Prancis dan Irlandia diuntungkan.

Burhanuddin mengumumkan dua mantan pejabat di maskapai pelat merah tersebut sebagai tersangka. Keduanya ialah Vice President Strategic Management Office Garuda periode 2011-2012 Setijo Awibowo dan Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda tahun 2009-2014 Agus Wahjudo.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id