comscore

Kubu Azis Syamsuddin Protes dengan Saksi yang Dibawa Jaksa KPK

Candra Yuri Nuralam - 27 Desember 2021 11:49 WIB
Kubu Azis Syamsuddin Protes dengan Saksi yang Dibawa Jaksa KPK
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Kubu mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memprotes saksi yang dibawa jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kubu Azis menilai saksi yang dibawa tidak memiliki korelasi dengan persidangan dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah.

"Terkait dengan saksi yang dihadirkan hari ini bahwa saksi sama sekali tidak mengetahui, setelah kami membaca berita acara pemeriksaan, ada satu dugaan pemberian suap kepada saudara Robin (mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju)," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Azis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 27 Desember 2021.
Kubu Azis menilai saksi yang dibawa jaksa merupakan pihak-pihak yang mengetahui dugaan korupsi pengadaan dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Pihak-pihak yang dibawa itu diyakini melenceng dari persidangan.

"Kalau memang kemudian ada dugaan tindak pidana korupsi yang diketahui saudara terdakwa ini adalah diduga kuat melakukan suatu perbuatan pidana terhadap perkara penyelidikan, maka otomatis perkaranya tidak dalam status lidik, tapi sidik," ujar kuasa hukum Azis.

Namun, jaksa menilai para saksi yang dibawa masih berkaitan dengan kasus. Pasalnya, Azis diduga melakukan suap untuk menghilangkan namanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan DAK di Lampung Tengah. Tudingan itu ada dalam dakwaan jaksa.

"Dalam surat dakwaan sudah jelas disampaikan bahwa pemberian tersebut terkait dengan pengurusan DAK lampung tengah," ujar jaksa.

Baca: 3 Saksi Dihadirkan untuk Bongkar Dugaan Suap Azis Syamsuddin

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Sebanyak tiga saksi dibawa untuk membongkar dugaan suap yang dilakukan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Rencana saksi yakni Taufik Rahman, Aan Riyanto, dan Darius Hartawan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis.

Azis didakwa menyuap Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

"Terdakwa (Azis) telah memberikan uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan USD36.000," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id