comscore

Dua Polisi Terdakwa Unlawful Killing Divonis Bebas

Aria Triyudha - 18 Maret 2022 12:47 WIB
Dua Polisi Terdakwa <i>Unlawful Killing</i> Divonis Bebas
Suasana persidangan vonis dua terdakwa unlawful killing yang digelar secara langsung dan online di PN Jaksel, Jumat, 18 Maret 2022. Medcom.id/Aria Triyudha
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memvonis bebas dua polisi terdakwa perkara unlawful killing atau penembakan di luar hukum empat laskar FPI, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella. Meski kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetapi hal itu dalam rangka pembelaan terpaksa.

"Dan pembelaan terpaksa melampaui batas, menyatakan kepada terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," kata Ketua Majelis Hakim, Arif Nuryanta dalam persidangan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jaksel, Jumat, 18 Maret 2022.
Majelis hakim pun menyatakan hak-hak kedua terdakwa harus dipulihkan seiring vonis lepas itu. Sidang pembacaan vonis ini digelar secara langsung dan online.

Majelis hakim membacakan vonis di ruang sidang utama PN Jaksel. Perwakilan JPU dan dua orang perwakilan kuasa hukum kedua terdakwa hadir di ruang sidang. Sedangkan kedua terdakwa mengikuti persidangan secara online.

JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis lepas yang dijatuhkan majelis hakim kepada kedua terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella. Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Henry Yosodiningrat, menyatakan menerima putusan majelis hakim.

Kedua terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella sebelumnya dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan ini dijatuhkan JPU dalam sidang di PN Jaksel, Selasa, 22 Februari 2022.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Menjatuhkan pidana terhadap dengan pidana penjara selama 6 tahun dengan perintah terdakwa segera ditahan," kata JPU saat membacakan tuntutannya.

Baca: Dua Terdakwa Unlawful Killing Minta Dituntut Sesuai Fakta Sidang

Persidangan perkara unlawful killing empat laskar FPI mendudukkan dua anggota polisi Polda Metro Jaya Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella sebagai terdakwa. Dalam persidangan Senin, 18 Oktober 2021, mereka didakwa Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan.

JPU menyebut perbuatan kedua terdakwa mengakibatkan meninggalnya empat laskar FPI, yaitu M Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadafi Poetra. Keempat laskar FPI itu ditembak di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi B 1519 UTI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020.

Ada enam laskar eks FPI tewas dalam dua kejadian terpisah. Pertama, dua laskar meregang nyawa saat baku tembak dengan polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020. Kedua, empat laskar meninggal akibat tindakan tegas dan terukur oleh polisi di dalam mobil ketika hendak dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Langkah polisi tidak dibenarkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM menilai terdapat dugaan unlawful killing kepada empat laskar FPI tersebut.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id