comscore

Kejagung Usut Dugaan Korupsi di PT Taspen Terkait Investasi

Tri Subarkah - 06 Januari 2022 10:57 WIB
Kejagung Usut Dugaan Korupsi di PT Taspen Terkait Investasi
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan korupsi di perusahaan asuransi pemerintah terkait investasi. Penyelidikan kali ini menyasar Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi menyebut salah satu modus rasuah di Taspen adalah perdagangan valuta asing (valas). "Modusnya perdagangan valas, investasi," kata Supardi di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2021.
Sebelum Taspen, penyidik Jampidsus sudah menangani korupsi di BUMN asuransi lainnya, yaitu PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersentaja Republik Indonesia (ASABRI). Supardi mengatakan indikasi awal kerugian negara di kasus Taspen tidak sebesar Jiwasraya dan ASABRI.

Kerugian keuangan negara dalam kasus Jiwasraya sebesar Rp16,807 triliun, sedangkan ASABRI mencapai Rp22,788 triliun. Kedua kasus itu juga saling berkaitan karena melibatkan dua pelaku yang sama, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

Supardi memastikan pelaku di dugaan korupsi Taspen berbeda dengan Jiwasraya dan ASABRI. "Lain lagi, lain orang. Enggak ada hubungannya dengan ASABRI-Jiwasraya," ujarnya.

Baca: Presiden Tunjuk JAM Intel Sunarta Jadi Wakil Jaksa Agung

Supardi menargetkan penyelidikan kasus tersebut rampung pekan depan. Dia menyebut sudah banyak pihak yang diperiksa. Penyidik akan memutuskan apakah penyelidikan korupsi Taspen ditingkatkan ke penyidikan atau dihentikan.

"Kan baru penyelidikan, selesai itu bisa naik bisa berhenti," tegas Supardi.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id