Warga Poso Disebut Sudah Hidup Damai

    Kautsar Widya Prabowo - 18 September 2021 19:43 WIB
    Warga Poso Disebut Sudah Hidup Damai
    Mantan Panglima Muslim Kiai Muhammad Andan Arsyal. DOK Istimewa



    Jakarta: Mantan Panglima Muslim saat terjadi konflik di Poso, Kiai Muhammad Andan Arsyal, angkat bicara mengenai konflik horizontal yang sempat terjadi di Poso. Kasus tersebut membuat Poso dikenal sarang gerakan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dikepalai gembong teroris Santoso.

    Andan menyebut konflik Poso sudah lama selesai. Sehingga stigma negatif tentang Poso daerah konflik dan tidak aman sudah tidak tepat disematkan ke Bumi Sintuwu Maroso.

     



    "Saat ini seluruh warga Poso hidup dalam kedamaian, antarumat beragama di Poso saling bahu-membahu memajukan Poso agar pembangunan dan kesejahteraan Poso bisa meningkat," kata Andan di Pondok Pesantren Al Madinah, Bima, Nusa Tenggara Barat, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 September 2021.

    Dia menyampaikan teror yang terjadi di Poso bukan sisa-sisa dari konflik. Hal itu murni tindakan teror yang dilancarkan kelompok kecil sisa dari anak buah Santoso di Gunung Biru.

    "Saya tidak ada di dalam otak untuk memberontak terhadap negara. Saya sampaikan kepada para Mujahidin, kalau kita mau melawan negara, kita ini tidak sampai satu bulan habis. Kita harus belajar pada sejarah, bagaimana negara menumpas para pemberontak," tutur dia.

    Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso itu meminta para mujahidin berdamai dan bersama membangun Poso agar penduduk dapat hidup damai dan sejahtera. Dia meyakini melalui pendidikan dapat memajukan Poso.

    "Tidak perlu naik gunung, kita sama-sama membangun Poso, kita lihat masa depan," ujar dia saat menceritakan pengalaman berdialog dengan para Mujahidin.

    Kelompok yang masih bercokol di Gunung Biru itu merupakan musuh bersama masyarakat Poso. Tindakan MIT sudah bukan lagi demi kepentingan umat Islam Poso. Mereka bahkan memerangi umat yang menghendaki perdamaian.

    "Ormas Islam sudah menyatakan kelompok di Gunung Biru adalah musuh bersama. Karena tidak ada definisinya umat Islam memerangi umat Islam yang lain," tegas Andan.

    Dia meminta seluruh pihak bahu-membahu menumpas dan menyelesaikan kelompok kecil sisa-sisa MIT di Gunung Biru. Andan berharap kedamaian dan ketenangan warga Poso bisa berjalan sepenuhnya.

    "Apakah itu Densus 88, TNI-Polri, kita serahkan pada pemerintah. Kami warga Poso meminta kelompok yang di Gunung Biru diselesaikan, tinggal enam orang saja," tutur dia.

    Baca: Eks Pimpinan Teroris Poso Minta Ali Kalora Cs Menyerahkan Diri
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id