MAKI Serahkan Bukti Dugaan TPPU Eks Bupati Kutai Kartanegara ke KPK

    Candra Yuri Nuralam - 14 September 2021 17:01 WIB
    MAKI Serahkan Bukti Dugaan TPPU Eks Bupati Kutai Kartanegara ke KPK
    Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MAKI menyerahkan laporan transaksi keuangan mencurigakan yang diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

    "Saya melaporkan pada KPK sebagai transaksi mencurigakan. Saya belum bisa menyampaikan ini dipakai untuk apa, tapi setidaknya cara-caranya yang tidak normal," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 14 September 2021.

     



    Boyamin menyebut transaksi mencurigakan itu dilakukan beberapa perusahaan pada 2018-2020. Transaksi mencurigakan itu menggunakan mata uang asing yang diyakini mencapai puluhan miliar rupiah.

    Boyamin tidak yakin transaksi itu digunakan untuk membayar pengacara. Sebab, nominalnya tidak masuk akal jika untuk membayar pengacara.

    Dia masih ogah membeberkan peruntukan uang tersebut. Namun, transaksi mencurigakan itu tidak menutup kemungkinan terkait keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang namanya muncul dalam dakwaan eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dalam kasus Rita.

    "Nanti kan saya diundang untuk menjelaskan nama lengkapnya, KTP ini ada semuanya, tidak saya buka saja. Yang mencairkan uang namanya siapa, terus kemudian rangkaian juga dengan barang bukti yang lain misalnya begitu, jadi satu rangkain sebenarnya ini TPPU yang besar," tutur Boyamin.

    Baca: Pengusutan Pencucian Uang Eks Bupati Kuker Dipastikan Berlanjut

    Sebelumnya, Robin Pattuju diduga turut memainkan perkara yang menjerat Rita Widyasari. Rita bisa mengenal Robin karena bantuan Azis.

    "Bahwa pada bulan Oktober 2020, terdakwa (Robin) dikenalkan kepada Rita Widyasari oleh Azis Syamsuddin," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 13 September 2021.

    Seminggu setelah perkenalan itu, Robin datang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas IIA Tangerang untuk menemui Rita. Robin ditemani pengacara Maskur Husain saat menemui Rita.

    "Dan menyampaikan dirinya merupakan penyidik KPK dengan memperlihatkan kartu identitas," ujar Lie.

    Robin dan Maskur saat itu meyakinkan Rita untuk menutup perkaranya di KPK. Saat itu, Rita berperkara dalam kasus pencucian uang.

    Robin dan Maskur menawarkan Rita untuk mengembalikan barang-barang yang masuk dalam pencucian uang. Keduanya minta uang Rp10 miliar untuk biaya jasa.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id