KPK Usahakan Tanah di Munjul Dikembalikan ke Perumda Sarana Jaya

    Candra Yuri Nuralam - 18 Juni 2021 08:03 WIB
    KPK Usahakan Tanah di Munjul Dikembalikan ke Perumda Sarana Jaya
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusahakan tanah perkara rasuah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, kembali ke Perumda Sarana Jaya. Pengembalian melalui pemulihan aset.

    "Prinsipnya bahwa uang yang sudah diserahkan kepada pemerintah daerah kepada Perumda Sarana Jaya itu uangnya sudah digunakan pihak swasta. Nah, harusnya pemerintah daerah mendapatkan prestasi dalam bentuk tanah," kata pelaksana harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juni 2021.

     



    Sebelumnya, tanah merupakan milik Kongregasi Suster-Suter Cinta Kasih Carolus Boromeus. Tanah dijual ke PT Adonara Propertindo senilai Rp104 miliar.

    Namun, PT Adonara Propertindo hanya memberikan Rp10 miliar kepada Kongregasi Suster-Suter Cinta Kasih Carolus Boromeus. Sebelum pembayaran selesai, PT Adonara Propertindo menjual tanah itu kepada Perumda Sarana Jaya.

    Lembaga Antikorupsi menilai Perumda Sarana Jaya merupakan pemilik tanah. Sebeb, sudah membeli dari PT Adonara Propertindo.

    Lembaga Antikorupsi akan mengusahakan penyitaan aset itu agar tidak dikuasai pihak lain. "Oleh karena itu penyidik sedang dalam proses melakukan aset recovery, kita telusuri dengan harapan bahwa aset-asetnya kita segera kita lakukan penyitaan," ujar Setyo.

    Namun, KPK tidak bakal mengurusi kurang bayar PT Adonara Propertindo kepada Kongregasi Suster-Suter Cinta Kasih Carolus Boromeus. Sebab, hal itu sudah di luar kasus rasuah yang tengah disidik.

    (Baca: Bos Perumda Sarana Jaya Dicecar Asal-usul Uang Pembelian Tanah)

    KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni, mantan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles, Direktur PT Adonara Propertindo Tomy Ardian, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar. Lembaga Antikorupsi juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi kasus ini.

    Kasus bermula ketika Perumda Sarana Jaya diberikan proyek mencari lahan di Jakarta untuk dijadikan bank tanah. Perumda Sarana Jaya memilih PT Adonara Propertindo sebagai rekanan mencarikan lahan yang bisa dijadikan bank tanah.

    Setelah kesepakatan rekanan itu, mantan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene menyetujui pembelian tanah di bilangan Jakarta Timur pada 8 April 2019. Usai kesepakatan, Perumda Sarana Jaya menyetorkan pembayaran tanah 50 persen atau sekitar Rp108,8 miliar ke rekening Anja melalui Bank DKI.

    Setelah pembayaran pertama, Yoory mengusahakan Perumda Sarana Jaya mengirimkan uang Rp43,5 miliar ke Anja. Duit merupakan sisa pembayaran tanah yang disetujui kedua belah pihak.

    Dari pembelian itu, KPK mendeteksi adanya empat keganjilan yang mengarah ke dugaan korupsi. Pertama, pembelian tanah tidak disertai kajian kelayakan objek.

    Kedua, pembelian tanah tidak dilengkapi dengan kajian apprasial dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan yang berlaku. Lalu, pembelian tanah tidak sesuai dengan prosedur dan dokumen pembelian tidak disusun secara tanggal mundur. Terakhir, ada kesepakatan harga awal yang dibuat Anja dan Perumda Sarana Jaya sebelum proses negosiasi.

    Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id