Pakar: Jaksa Bisa Borgol Adelin Lis Saat Pesawat Masuk Wilayah Indonesia

    Al Abrar - 18 Juni 2021 10:13 WIB
    Pakar: Jaksa Bisa Borgol Adelin Lis Saat Pesawat Masuk Wilayah Indonesia
    Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat meninggalkan ruang sidang di Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, Rabu, 18 Juli 2007. Dok. Media Indonesia



    Jakarta: Upaya pemulangan buron kasus pembalakan liar Adelin Lis oleh Kejaksaan Agung dinilai langkah yang tepat. Korps Adhyaksa itu bahkan mengutus personelnya untuk memboyong Adelin ke Indonesia. 

    "Benar yang disampaikan oleh Jaksa Agung agar Adelin Lis harus dipulangkan oleh Kejaksaan Agung. Hal ini untuk mencegah Adelin Lis, dengan pesawat yang mungkin disewa oleh keluarga, tidak menuju Indonesia malah ke negara lain," ujar guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 Juni 2021.

     



    Hikmahanto menjelaskan, Singapura memulangkan Adelin melalui mekanisme deportasi, bukan ekstradisi. Adelin ditangkap karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi. Kejaksaan Agung, kata Hikmahanto, bisa menyewa pesawat komersial agar buron yang pernah dua kali melarikan diri itu bisa diadili. 

    "Bila ada permintaan dari keluarga Adelin Lis agar dia dipulangkan oleh keluarga maka ini harus ditolak. Memang Kejagung mungkin harus menyewa pesawat, namun ini penting dilakukan untuk memastikan kepulangan Adelin Lis ke Indonesia," beber Hikmahanto.

    Baca: Dua Skenario Kejagung Pulangkan Adelin Lis

    Hikmahanto mengingatkan, Kejagung tidak berwenang melakukan tindakan paksa terhadap Adelin selama masih berada di Singapura. Hal itu dikarenakan, pemerintah Singapura tidak menganggap Adelin sebagai seorang buronan. Adelin bisa diborgol saat pesawat memasuki wilayah udara Indonesia.
     
    "Setelah memasuki wilayah udara Indonesia barulah aparat kejaksaan melaksanakan tugas untuk menangkap dengan memborgol Adelin Lis sampai di Jakarta," kata Hikmahanto.
     
    Adelin Lis tertangkap di Singapura. Dia ditangkap imigrasi Singapura karena pemalsuan paspor atas nama Hendro Leonardi pada Maret 2021 ketika memasuki Singapura.
     
    Buron kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara ini diketahui pernah melarikan diri ke Tiongkok dan ditangkap KBRI pada tahun 2006. Namun, esoknya adelin melarikan diri setelah puluhan orang tak dikenal mengeroyok petugas KBRI yang mengawalnya.
     
    Tahun 2008 Adelin kembali melarikan diri sampai tertangkap lagi Maret tahun 2021 di Singapura. Sebelum buron, Adelin dipidana 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar rupiah, dan uang penganti 199 miliar rupiah untuk kasus tindak pidana korupsi. 

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id