Penyiram Air Keras Peragakan 52 Adegan

    Kautsar Widya Prabowo - 22 November 2019 10:01 WIB
    Penyiram Air Keras Peragakan 52 Adegan
    Rekonstruksi kasus penyiraman air keras/Medcom.id/Kautsar Bobi
    Jakarta: Sebanyak 52 adegan diperagakan dalam rekonstruksi penyiraman air keras oleh Findra Yunico. Pria 29 tahun itu menyiram air keras kepada sembilan korban.

    Kepala unit (Kanit) II Subdit IV Jatanras Ditreskrikum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono menjelaskan total 52 adegan tersebut mewakili sembilan kegiatan Findra. Mulai pembuatan air keras hingga penyiraman kepada korban.

    "Tiga adegan penyiraman, mewakili tiga TKP. Kemudian (saat) peracikan air dengan soda api dan kegiatan pemberian (penjual) dari soda api itu sendiri," ujar Hendro di kawasan Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 21 November 2019.

    Ia menjelaskan untuk lokasi penyiraman air keras kepada korban dilaksanakan di kawasan Polda Metro Jaya untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan kegiatan pembelian dan peracikan soda api dilakukan di lokasi sebenarnya. 

    "Kegiatan pembelian soda api di tokonya, di Toko Santosa dan Bangun Jaya. Untuk peracikan ada tiga tempat, di gerai ac tempat dia bekerja di wilayah Meruya dan ada di warung kopi, dan satu lagi sudah diwakili di Polda Metro Jaya," jelas Hendro.

    Pantaun Medcom.id, rekonstruksi pertama dilaksanakan di kawasan Polda Metro Jaya untuk memperagakan penyiraman air keras. Kemudian lokasi rekonstruksi kedua di Toko Bangunan Bangun Jaya untuk membeli soda api seharga Rp15 ribu.

    Lokasi ketiga di Jalan Raya Kebon Jeruk di Toko Bangunan Alam Sentosa untuk membeli soda api. Findra  membeli soda api Rp12 ribu per bungkus.

    Selanjutnya, lokasi keempat rekonstruksi dilakukan di Kantor Findra, gerai AC, Jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Rekonstruksi diakhiri di warung kopi pinggiran, tepat di samping Polres Kebon Jeruk. Di lokasi tersebut yang bersangkutan meracik soda api untuk disiram kepada korban. 

    Kronologis

    Findra berkali-kali menebar teror menyiramkan air keras yang terbuat dari soda api dan air di tiga wilayah di Jakarta Barat. Pertama, dua siswi SMPN 229 Jakarta Barat A dan PN diserang ketika pulang sekolah pada 5 November 2019. 

    Sksi serupa juga menimpa seorang penjual sayur keliling, Sakinah,60. Perempuan paruh baya itu disiram air keras oleh Findra di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada 8 November 2019. 

    Ketiga, penyerangan yang menimpa enam siswi SMPN 207 Jakarta Barat. Mereka disiram air keras di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada 15 November 2019. Saat kejadian, enam korban baru saja pulang sekolah. 

    Polisi menemukan fakta baru, tersangka pernah menyiramkan air keras di kawasan dekat Polsek Kebon Jeruk pada 3 November 2019. Namun, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa karena jumlah soda api yang dicampurkan ke dalam air terbilang sedikit. 

    Findra dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 2 juncto 76 c, dan atau Pasal 351 ayat 2.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id