Baiq Nuril Berencana Buka Pengaduan Korban Kekerasan Seksual

    Damar Iradat - 02 Agustus 2019 18:29 WIB
    Baiq Nuril Berencana Buka Pengaduan Korban Kekerasan Seksual
    Baiq Nuril Maknun - Medcom.id/Damar Iradat.
    Bogor: Baiq Nuril Maknun berencana membuka posko pengaduan untuk perempuan korban kekerasan seksual di kediamannya, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nuril tak mau ada perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. 

    "Saya ingin buka konsultasi untuk di rumah ya, mungkin pengaduan, mungkin siapa yang ingin (mengadu menjadi korban kekerasan seksual) kalau terjadi ya," kata Nuril usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Nuril pernah mengalami pelecehan seksual dari Muslim, mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Lombok, NTB. Nuril, yang saat itu menjadi tenaga honorer di sekolah tersebut, sempat melawan tindakan Muslim dengan merekam percakapan mesum sang kepala sekolah. 

    Rekaman tersebut kemudian bocor ke publik. Muslim yang geram memidanakan Nuril dengan tuduhan pencemaran nama baik. 

    Nuril sempat menjalani proses hukum. Di pengadilan tingkat pertama, Nuril divonis bebas oleh majelis hakim. 

    (Baca juga: Baiq Nuril Akan Membingkai Keppres Amnesti dari Jokowi)

    Namun, jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi. Mahkamah Agung memvonis Nuril hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta karena dianggap melanggar Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. 

    Beruntung, Presiden Joko Widodo memberikan amnesti. Nuril terlepas dari jerat hukum. 

    Atas pengalamannya ini, Nuril tak ingin ada lagi perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. Ia meminta para korban kekerasan seksual berani terbuka. 

    "Kalau dari saya pribadi jangan takut, jangan pernah memberikan ruang untuk, dalam tanda kutip ya, para laki-laki," ungkap Nuril.

    Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) soal pemberian amnesti untuk Baiq Nuril, Senin, 29 Juli 2019. Dengan ditandatanganinya Keppres tersebut, pidana untuk Nuril terhapus.

    Salinan Keppres itu diberikan secara simbolis oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly siang tadi saat mendampingi Presiden Jokowi menemui Nuril di Istana Kepresidenan Bogor. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id