Terdakwa Jiwasraya Bantah Punya Harta Rp10 Triliun

    Fachri Audhia Hafiez - 22 Oktober 2020 19:23 WIB
    Terdakwa Jiwasraya Bantah Punya Harta Rp10 Triliun
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat menegaskan tidak memiliki harta kekayaan Rp10 triliun. Dia membantah menikmati uang hasil aliran dana dari perkara korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

    "Dapat ditelusuri apakah saya memiliki harta sampai sebesar Rp10 triliun. Lalu dari mana dapat dikatakan saya memperoleh dan menikmati uang tersebut," kata Heru saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Dia mengeklaim pada persidangan tak ada bukti atas tuduhan tersebut. Saksi Jiwasraya, manajer investasi (MI), maupun broker, tak mengungkap penerimaan fulus itu.

    Menurut Heru, ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dihadirkan dalam persidangan, juga hanya menghitung uang yang keluar dari Jiwasraya. Uang tersebut keluar kepada MI dan digunakan untuk membeli saham.

    "Kalau memang saya yang dituduhkan menikmati uang Jiwasraya tersebut, kenapa ada sebuah perusahaan manajer investasi terkenal dalam perkara ini yang telah mengembalikan/menitipkan uang ke Kejaksaan," ucap Heru.

    Baca: Penuntutan Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro Dianggap Terobosan Hukum

    Heru merasa heran disebut telah memberikan uang atau memperkaya pihak-pihak lain. Tetapi, orang yang disebut memperkaya tersebut membantahnya.

    "Bahkan mengatakan sebaliknya dan tidak ada bukti pemberian dari saya. Lagi-lagi saya teringat pedomannya, bicara hukum itu bicara bukti. Jika tidak ada buktinya berarti tidak terbukti," ujar Heru.

    Heru dituntut hukuman pidana penjara selama seumur hidup. Dia juga dikenakan membayar denda senilai Rp5 miliar subsider 1 tahun penjara.

    Jaksa juga menuntut hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti lebih dari Rp10 triliun. Heru diberikan waktu satu bulan untuk membayar kewajibannya tersebut usai memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

    Heru dinilai terbukti merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS Persero. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id