Tim Teknis Bansos Diguyur Uang Lelah Rp85 Juta dari Pejabat Kemensos

    Fachri Audhia Hafiez - 28 April 2021 19:20 WIB
    Tim Teknis Bansos Diguyur Uang Lelah Rp85 Juta dari Pejabat Kemensos
    Sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi bansos. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Tim teknis pengadaan bantuan sosial (bansos), Rizky Maulana, mengaku menerima Rp85 juta dari mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso. Fulus diberikan secara bertahap.

    "Dalam BAP (berita acara pemeriksaan) itu memang saya sebutkan di antaranya Rp85 juta," ujar Rizki saat bersaksi buat terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 28 April 2021.






    Rizki mengungkapkan Joko memberikan uang per minggu. Fulus sebagai uang lelah.

    "Uang lelah untuk kami saat itu. Memang kami full di situ, di ruangan itu untuk bekerja dengan bansos," ujar Rizki.

    Dia mengaku tidak mengetahui sumber uang itu. Uang dipastikan bukan berasal dari honor resmi.

    (Baca: Ini Daftar Perusahaan Pemberi Fee Bansos ke Juliari)

    "Honor resminya ada dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos," ucap Rizki.

    Rizki juga mengungkapkan fulus diberikan Joko secara langsung tanpa diminta. Selain itu, jumlah yang diterima tidak pernah sama.

    Pada perkara ini, Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima uang suap secara bertahap. Fulus sebesar Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima Matheus Joko Santoso dan PPK lainnya Adi Wahyono. Berikutnya uang sebesar Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Selain itu, Juliari diduga juga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id