Komnas HAM: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Sakit

    Siti Yona Hukmana - 19 Februari 2021 05:09 WIB
    Komnas HAM: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal karena Sakit
    Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata/Dok Pribadi.



    Jakarta: Komnas HAM mengumpulkan keterangan dari Polri dan tim medis Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati terkait penyebab kematian ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata. Komnas HAM memastikan Maaher meninggal karena sakit.

    "Kesimpulannya bahwa memang Ustaz Maaher meninggal karena sakit. Jadi, bukan kalau di sosial media ada tindakan yang lain," kata Anggota Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, M Choirul Anam, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Februari 2021.




    Sekelompok masyarakat tak memercayai keterangan polisi seputar penyebab ustaz Maaher meinggal. Bahkan, isu ustaz Maaher meninggal karena disiksa di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, beredar.

    Baca: Polisi Bantah Siksa Ustaz Maaher At-Thuwailibi Sebelum Meninggal

    Anam mengatakan Komnas HAM telah menerima keterangan dari tiga pihak. Pihak keluarga, kepolisian dan Rumah Sakit Polri. Semua keterangan tiga pihak sama, ustaz Maaher meninggal karena sakit.

    Komnas HAM juga tak hanya menerima pernyataan lisan. Komnas HAM juga menelusuri bukti dan mengantongi rekam medis Maaher. Termasuk tes kesehatan Maaher di luar RS Polri.

    Sejumlah bukti foto selama proses penahanan, sakit, dan perawatan juga telah dikumpulkan. Termasuk foto-foto saat interaksi ustaz Maaher berinteraksi dengan polisi, petugas medis, dan penasihat hukum.

    Anam memastikan tidak ada pelanggaran HAM dalam perawatan Maaher. Ketiga pihak yang dimintai keterangan memastikan Maaher mendapatkan perawatan baik. Seluruh hak Maaher sebagai warga negara yang tengah diproses hukum juga telah dipenuhi.

    "Tidak ada perbedaan antara soal proses perawatan, proses sakit, dan sebagainya," kata Anam.

    Baca: Polisi Beberkan Fakta Kasus Meninggalnya Ustaz Maaher

    Pengajuan pembantaran Maaher sudah dipenuhi saat dia dirujuk ke RS Polri. Namun, penangguhan penahanan belum sempat dikabulkan karena ada perubahan status tahanan dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan.

    "Karena prosesnya sudah P21 (pelimpahan tersangka dan barang bukti) dan proses itu diketahui secara langsung baik oleh almarhum, keluarganya maupun oleh penasihat hukumnya," ungkap Anam.

    Ustaz Maaher meninggal sekitar pukul 19.45 WIB, Senin, 8 Februari 2021. Maaher disebut menderita penyakit radang usus akut, dan penyakit kulit.

    Sebelum meninggal, tersangka ujaran kebencian itu sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur selama tujuh hari. Kemudian, dia dikembalikan ke sel setelah membaik.

    Terakhir, saat kondisi kembali sakit Maaher menolak ke RS Polri. Dia memilih untuk tetap di Rutan Bareskrim Polri hingga mengembuskan napas terakhir. Maaher dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran, Tangerang, Banten.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id