Teroris di Tangsel Anggota FPI dan Ingin Ledakan Bom di Industri Tiongkok

    Siti Yona Hukmana - 03 April 2021 18:56 WIB
    Teroris di Tangsel Anggota FPI dan Ingin Ledakan Bom di Industri Tiongkok
    Tangkapan layar video pengakuan Ahmad Junaidi. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.



    Jakarta: Tim Detasemem Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap pelaku teroris Ahmad Junaidi (AJ), 47, di Cirendeu Indah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Junaidi mengaku anggota organisasi masyarakat (ormas) terlarang Front Pembela Islam (FPI).

    "Saya atas nama Ahmad Junaidi, salah satu anggota simpatisan FPI semenjak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia," kata Junaidi dalam video yang diterima Medcom.id, Sabtu, 3 April 2021.
     
    Junaidi yang merupakan pedagang kopi itu menjelaskan ihwal bergabung FPI. Dia masuk dalam WhatsApp Grup (WAG) "Jawara". Dalam WAG itu terdapat pesan semua anggota grup wajib bergabung dalam pengamanan kepulangan Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 10 November 2020.






    Junaidi juga mengaku bergabung dalam jemaah pengajian Yasin Waratib di bawah pimpinan Habib Husein Al Hasni di Condet, Jakarta Timur. Pengajian itu dilakukan setiap malam Jumat bergilir ke rumah masing-masing anggota jemaah pengajian.

    Menurut Junaidi, kajian itu banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai Tiongkok. Seperti tenaga kerja dan kekayaan alam Indonesia.

    "Akhirnya teman saya yang bernama Bambang dan Agus memberikan semangat untuk mengajak melakukan peledakan di industri-industri Tiongkok yang ada di Indonesia," ujar Junaidi dalam video berdurasi 1 menit 52 detik itu.

    Baca: Pimpinan Teroris Tak Berani Mati Seperti 'Pengantin Bom'

    Dia mengaku pernah dihubungi Agus untuk menjemur serbuk bahan peledak yang terbuat dari aseton dan HCL. Serbuk itu dijemur selama tiga hari di kediamannya.

    "Setelah itu saya kumpulkan menjadi tiga toples sosis so nice dalam bentuk serbuk yang sudah kering, saya serahkan kembali ke Agus," kata dia.

    Terakhir, dia menyampaikan pernah diajak pengajian ke Sukabumi, Jawa Barat, di bawah pimpinan Abah Popon. Pengajian itu untuk menjaga keamanan diri masing-masing.

    AJ ditangkap pada Senin, 29 Maret 2021. Dia ditangkap pada hari yang sama bersama tiga teroris lainnya, yakni HH, BS dan ZA.

    AJ berperan mengetahui cara membuat bahan peledak dan membantu ZA membuat bom itu. Dia juga mengikuti pertemuan dalam rangka persiapan teror menggunakan bahan peledak bersama tersangka BS.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id