Rekening Tersangka Jiwasraya Diendus ke 17 Bank

    Kautsar Widya Prabowo - 26 Februari 2020 08:22 WIB
    Rekening Tersangka Jiwasraya Diendus ke 17 Bank
    Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Kejaksaan Agung mendalami keterangan 17 manajemen bank swasta maupun milik pemerintah terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Penyidik berupaya mengendus aliran dana 'panas' tersangka yang diketahui menjadi nasabah bank tersebut.

    "Para pengurus bank dimintai keterangan transaksi di bank itu, apa ada rekening milik tersangka atau rekening-rekening pihak-pihak terkait Jiwasraya," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Februari 2020.

    Baca: Benny Tjokrosaputra Punya Saham 2 Persen di Jiwasraya

    Penyidik mencocokan data milik tersangaka selaku nasabah bank terkait dengan data yang dimiliki bank. Beberapa nama rekening yang terkait dengan Jiwasraya diketahui menggunakan nama nomine atau nama lain.

    "Dicocokkan benar enggak nama (tersangka) punya rekening. Harus dilihat namanya sama enggak, nama ibu kandung," jelasnya.

    Rekening Tersangka Jiwasraya Diendus ke 17 Bank
    Ilustrasi Gedung Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani.

    Rencananya Kejagung menggali keterangan tersebut ke 23 bank. Namun, pemeriksaan ditunda untuk lima bank. Sementara, Bank Arta Graha Internasional Tbk mengirimkan dua pejabat. Total pejabat bank yang diperiksa berjumlah 18 orang.

    "Jadi kurang lima bank. Sebagaimana disampaikan ada yang dipanggil sesuai jadwal, dan ditunda," pungkasnya.

    Baca: Aset Tersangka Jiwasaraya Diendus hingga 10 Negara

    Total ada enam tersangka terkait kasus korupsi di Jiwasraya. Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
     
    Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; juga menjadi tersangka. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

    Berikut pejabat bank yang diperiksa untuk menggali kasus Jiwasraya;
    1. Manager PT Bank Artha Graha Internasional Tbk, Riza Permana Branch.
    2. Deputi Direktur Anti Fraud & APUPPT PT Bank Artha Graha International Tbk, Adhyaksa Sitepu.
    3. Head of Compliance & APU PT Bank Ina Persada, Tutok Walter Sudin Saragih.
    4. Head of Operations Transformation PT Bank ANZ Indonesia, Pujo Ari Wibowo.
    5. VP Litigation PT Bank Permata Tbk,
    Tommy Novel Armansyah.
    6. PT Bank J Trust Indonesia Tbk, Edri Mayardi.
    7. Head of Compliance PT Bank Panin Tbk,
    Wahyu Wardhanakusuma.
    8. Head of Legal PT CIMB Niaga Tbk, Fatahillah Mohammad Kanam.
    9. Branch Manager Banking PT MNC Bank,
    Yudi Setiadi Agustian.
    10. Bank BRI, Guntur Prakoso.
    11. PT Bank Mega Tbk, Ferry Edward Mulia Tua Gultom.
    12. PT BTN Tbk, Prinanda Syakhabani.
    13. Commercial Litigation Manager PT Nobu Bank Tbk, David Grygorius Ginting.
    14. Legal Officer at Criminal Litigation and Claim Unit PT BNI,Luthfi Putra Firdandhi.
    15. PT Bank Bukopin, Riska Rety.
    16. First Senior Manajer PT Bank Mandiri, Stefanus Angga Winarsa.
    17. Legal Staff PT BCA, Antonius Liem.
    18. Legal Staff Affair PT Bank Panin, Luddwi Ryan Basundara Halim.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id