Kejagung Tunggu Penyerahan Kerugian Negara dari Tersangka Korporasi Jiwasraya

    Siti Yona Hukmana - 07 Juli 2020 21:58 WIB
    Kejagung Tunggu Penyerahan Kerugian Negara dari Tersangka Korporasi Jiwasraya
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Sebanyak 12 tersangka manajemen investasi (MI) belum menyerahkan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kejaksaan Agung (Kejagung) menunggu penyerahan uang tersebut.

    "Kita tunggulah iktikad baiknya," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Juli 2020.

    Menurut Febrie, baru PT Sinarmas Asset Management yang menyerahkan uang. Uang itu pun baru sebatas dititipkan. Kejagung akan mengeksekusi usai hakim memutuskan hukuman bagi tersangka korporasi tersebut.

    Febrie mengatakan kerugian negara dari hasil hitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu berbeda dengan fee. Beberapa MI telah menyerahkan fee tersebut, namun belum dengan kerugian negara.

    "(Kalau kerugian negara) hanya itu (Sinarmas) saja yang menyerahkan. Lainnya tidak ada, karena kan itu berbeda dengan uang fee di mana beberapa MI sudah mengembalikan," kata Febrie.

    Sementara itu, hari ini penyidik memeriksa sembilan direktur utama tersangka korporasi. Ke-9 direktur utama MI itu dimintai keterangan untuk pertama kali usai penetapan tersangka korporasi oleh Kejagung.

    Kejagung menetapkan 13 korporasi dan satu pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi Jiwasraya. Pejabat OJK itu, yakni Fakhri Hilmi (FH) yang merupakan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK periode 2017-sekarang.

    Fakhri pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II A periode Februari 2014-2017. Akibat perbuatan pejabat OJK dan 13 korporasi ini menyebabkan kerugian negara senilai Rp12.157 triliun.

    Baca: 13 Korporasi Tersangka Kasus Jiwasraya Diklaim Tak Merugikan Negara

    Berikut rincian 13 korporasi beserta kerugian negaranya;

    1. PT Dana Wibawa Management Investasi, menyebabkan kerugian negara senilai Rp2.027.000.000.000

    2. PT Oso Management Investasi, menyebabkan kerugian negara senilai Rp521.100.000.000

    3. PT Pinekel Persada Investasi, menyebabkan kerugian negara senilai Rp1.815.000.000.000

    4. PT Millenium Danatama, menyebabkan kerugian negara senilai Rp676.000.000.000

    5. PT Prospera Aset Management, menyebabkan kerugian negara senilai Rp1.297.000.000.000

    6. PT MNC Asset Management, menyebabkan kerugian negara senilai Rp480.000.000.000

    7. PT Maybank Aset Management, menyebabkan kerugian negara senilai Rp515.000.000.000

    8. PT GAP Capital, menyebabkan kerugian negara senilai Rp448.000.000.000

    9. PT Jasa Capital Asset Management, menyebabkan kerugian negara senilai Rp226.000.000.000

    10. PT Corvina Capital, menyebabkan kerugian negara senilai Rp706.000.000.000

    11. PT Teasure Fund Investama, menyebabkan kerugian negara senilai Rp1.216.400.000.000

    12. PT Sinar Mas Asset Management, menyebabkan kerugian negara senilai Rp77.000.000.000

    13. PT Pool Advista, menyebabkan kerugian negara senilai Rp2.142.500.000.000.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id