Ekstradisi Buron Pembobol BNI Diwarnai Suap

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juli 2020 12:52 WIB
    Ekstradisi Buron Pembobol BNI Diwarnai Suap
    Maria Pauline tiba di Indonesia/Antara/Aditya Pradana Putra.
    Jakarta: Ekstradisi tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa, menghadapi beberapa rintangan. Delegasi Indonesia penjemput Maria sempat menemui praktik kolusi di Serbia.

    "Saya kemarin sebelum berangkat (ke Serbia) berbicara dengan asisten Menteri Kehakiman (Serbia) di bandara, beliau mengatakan ada upaya-upaya semacam melakukan suap," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly, saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Selain itu, upaya negosiasi juga ditemui delegasi Indonesia dalam ekstradisi Maria. Kuasa hukum buronan 17 tahun itu juga melakukan upaya-upaya hukum.

    "Negara dari Eropa juga ada yang mencoba melakukan diplomasi agar beliau tidak diekstradisi ke Indonesia," ujar Yasonna.

    Baca: Buron 17 Tahun, Pembobol BNI Diekstradisi dari Serbia

    Kendati demikian, otoritas Serbia berkomitmen melaksanakan proses ekstradisi Maria. Langkah itu sebagai bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Serbia.

    Menurut Yasonna, Wakil Menteri Kehakiman Serbia mengutamakan persahabatan antara Indonesia dan Serbia dalam ekstradisi itu. Ekstradisi Maria tak lepas dari asas resiprositas atau timbal balik. 

    Indonesia pernah mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

    "Lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ujar Yasonna.

    Maria merupakan salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui L/C fiktif yang terjadi pada tahun 2003 silam. Negara dirugikan Rp1,7 triliun atas perbuatannya.

    Setelah 17 tahun buron, Maria akan menghadapi proses hukum atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id