Polri Klaim Pembelanjaan Rp408,8 Miliar untuk Pilkada Serentak

    Siti Yona Hukmana - 09 Oktober 2020 21:04 WIB
    Polri Klaim Pembelanjaan Rp408,8 Miliar untuk Pilkada Serentak
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polri menepis pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait pembelanjaan Rp408,8 miliar untuk demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Pembelanjaan itu dicurigai karena menghabiskan uang ratusan miliar dalam waktu sebulan, yakni pada September 2020.
     
    "Itu (pembelanjaan Rp408,8 miliar) untuk Pilkada Serentak 2020," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 9 September 2020.

    Awi mengatakan pembelanjaan itu untuk Korps Sabhara terkait pengadaan perlengkapan pengendalian massa (dalmas) anggaran 2020. Seperti helm pelindung kaki, tameng, tingkat, dan lainnya.

    "Itu dikhususkan untuk pengadaan alat-alat dalmas bagi polda-polda yang melaksanakan pilkada," kata jenderal bintang satu itu.

    Awi mengatakan sejumlah mobil polisi yang dirusak massa pedemo penolakan UU Ciptaker bernilai harga mahal. Maka itu, kata dia, masyarakat tak perlu khawatir dengan anggaran Polri.  

    "Apalagi kira sangat transparan makanya bisa diakses di layanan pembelian sistem elektronik (LPSE), karena itu terbuka dan sudah berjualan. Bahkan BPK sekarang lagi di Mabes Polri sedang melakukan pemeriksaan itu tidak masalah. Tapi ada apa dikait-kaitkan dengan demo sekarang?" ucap Awi.

    Baca: Polri Kucurkan Rp408,8 Miliar buat Belanja Alat Pengamanan Demo UU Ciptaker

    Sebelumnya, ICW membuka data pengeluaran mendesak Polri pada September 2020. Polri diduga telah membeli alat untuk pengamanan demo penolakan UU Ciptaker yang bersumber dari APBNP. Totalnya mencapai Rp408,8 miliar dengan jangka waktu yang relatif pendek yaitu, sekitar satu bulan lamanya.

    Belanja pengadaan barang kepolisian yang bersifat mendesak 2020 yang bersumber dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Polri. Pertama, pengadaan sentralized command control system for intelligence target surveillance Baintelkam Polri untuk satuan Korbrimob Polri pada 16 September 2020. Total pembelanjaan sebesar Rp179,4 miliar.

    Kedua, pengadaan helm dan rompi anti peluru Brimob (anggaran mendesak-APBNP) untuk satuan Baintelkam Polri pada 21 September 2020. Total pembelanjaan sebesar Rp90,1 miliar.

    Ketiga, peralatan counter UAV and surveillance Korbrimob (anggaran mendesak-APBNP) untuk Korbrimob Polri pada 25 September 2020. Total pembelanjaan sebesar Rp69,9 miliar.

    Keempat, pengadaan drone observasi tactical (anggaran mendesak-APBNP) untuk Korbrimob Polri pada 25 September 2020. Total pembelanjaan sebesar Rp2,9 miliar.

    Kelima, peralatan pengendali massa taktis atau tactical mass control device (kebutuhan mendesak-APBNP) pada 28 September 2020 untuk Slog Polri. Total pembelanjaan sebesar Rp66,5 miliar.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id