Populer Nasional: Penyidikan Kasus Korupsi di Ditjen Pajak Dikebut Hingga 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes

    Achmad Zulfikar Fazli - 06 Mei 2021 08:38 WIB
    Populer Nasional: Penyidikan Kasus Korupsi di Ditjen Pajak Dikebut Hingga 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes
    Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengebut pengusutan kasus rasuah penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan perpajakan pada 2016- 2017 di Ditjen Pajak. KPK bakal terus mencari bukti korupsi yang dilakukan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji.
     
    "Di mana pun yang diduga ada bukti tentu kita lakukan penggeledahan, apakah itu di suatu tempat, di rumah, pekarangan, di tempat tertutup yang kita duga ada hubungannya dengan tindak pidana tentu kita lakukan penggeledahan untuk mencari bukti," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.
     
    Firli mengatakan KPK punya batas waktu untuk menyelesaikan berkas perkara korupsi ini. Lembaga Antikorupsi tidak boleh berleha-leha agar tidak menggantung nasib orang.

    KPK juga segera memanggil saksi-saksi dalam kasus tersebut. "Kita harus pegang teguh bahwa menetapkan tersangka tidak hanya berdasar bukti permulaan yang cukup, tetapi harus memenuhi unsur Pasal 183 KUHAP," tegas Firli.

     



    Baca: KPK Kebut Pengusutan Kasus Korupsi di Ditjen Pajak

    Berita terkait penyidikan kasus korupsi di Ditjen Pajak menjadi yang terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Pembaca setia Kanal Nasional Medcom.id juga menyoroti hasil tes wawancara wawasan kebangsaan dari pegawai KPK.

    Puluhan pegawai KPK dinyatakan gagal tes wawancara wawasan kebangsaan. Namun, mereka belum diberhentikan dari Lembaga Antirasuah.
     
    "Pegawai yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Mei 2021.
     
    Ghufron mengatakan 1.274 pegawai dinyatakan lolos tes. Sementara itu, dua pegawai tidak mengikuti tes.

    Dia menuturkan tes wawancara wawasan kebangsaan perlu diikuti semua pegawai. Tes merupakan salah satu syarat menjadi aparatur sipil negara (ASN).
     
    Ghufron mengatakan tes untuk menjamin pegawai setia dengan Pancasila, NKRI, dan pemerintahan yang sah. Lalu, tidak terlibat dalam kelompok tertentu yang dilarang pemerintah dan bersih dari paham radikalisme.

    Artikel lain yang juga populer di Kanal Nasional Medcom.id ialah terkait penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mendalami keterkaitan Munarman dengan organisasi teroris, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satunya, kaitan Munarman dengan pengeboman gereja Katedral Makassar pada 26 Maret 2021.
     
    "Masih dalam pendalaman dari penyidik Densus," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Mei 2021.

    Baca: Densus 88 Selisik Kaitan Munarman dengan JAD Makassar
     
    Argo meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyidikan. Argo juga mengamini Densus 88 tengah menelusuri hubungan Munarman dengan tiga eks petinggi FPI cabang Makassar.

    Berita terkait kasus dugaan korupsi di Ditjen Pajak dan pegawai KPK yang tak lolos seleksi menjadi ASN akan terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id