comscore

Saksi Sebut OTT Pejabat Bea Cukai Soetta Batal Akibat Jam Kerja

Achmad Zulfikar Fazli - 19 April 2022 21:41 WIB
Saksi Sebut OTT Pejabat Bea Cukai Soetta Batal Akibat Jam Kerja
Sidang kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pejabat Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, di Pengadilan Tipikor, Serang, Banten, Senin, 18 April 2022. Dok. Istimewa
Jakarta: Tim Saber Pungli Kementerian Keuangan batal melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pejabat Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, akibat keterbatasan jam kerja. Hal tersebut disampaikan pejabat Inspektorat Kementerian Keuangan sekaligus anggota Tim Saber Pungli, Valentinus Rudy Hartono.

Rudy mengatakan OTT terhadap terdakwa pemerasan selaku eks pejabat Bea Cukai Soekarno-Hatta, Vincentius Istiko Murtiadji dan Qurnia Ahmad Bukhari, rencananya dilakukan pada Mei 2020. Operasi senyap ini sebagai bagian dari investigasi dugaan pemerasan kepada perusahaan jasa titipan di Bandara Soetta senilai Rp 3,5 miliar pada 2020-2021.
Kasus itu dilaporkan PT Sinergi Karya Kharisma (SKK) soal permintaan uang Rp1.000 dari setiap importasi barang di Bandara Soetta. Sayangnya, OTT itu batal karena alasan jam kerja.

Rudy yang sudah mengintai Istiko di sebuah restoran di Pantai Indah Kapuk (PIK), membatalkan OTT ketika melihat Istiko berjalan menenteng goodie bag, yang diduga berisikan uang dari perusahaan di depan halaman parkir.

"Kami membatalkan OTT tersebut karena belum yakin barang apa yang ditenteng terdakwa Istiko," ujar Rudy di Pengadilan Tipikor, Serang, Banten, dikutip Selasa, 19 April 2022.

Saat ditanya majelis hakim mengenai keraguannya melakukan OTT saat itu, Rudy beralasan jam kerja sudah habis.

"Memang benar ada penyerahan, tas kami duga ada uang waktu itu mobil Alphard di jok. Anggota kami mau tangkap tangan, tapi kami gagal karena waktu sudah malam, kami akan melakukan pemantauan berikutnya," ujar Rudy.

Baca: Peras RS dan Puskesmas di Bekasi Rp350 Juta, 2 Auditor BPK Ditangkap Jaksa

Keesokan harinya, Rudy dan tim Irjen Kementerian Keuangan mendatangi Istiko di halaman parkiran Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta. Saat menemui Istiko, Rudy melakukan penggeledahan.

Namun, dia tidak menemukan bungkusan yang malam sebelumnya dilihat. Kemudian, Rudy menggeledah rumah Istiko. Di sana, Rudy menemukan uang. Salah satunya disimpan dalam kotak sepatu.

Akibat penggeledahan itu, Istiko menuduh Rudy sengaja memeriksa di rumahnya untuk memojokkan terdakwa.

"Pada saat pemeriksaan banyak bentakan yang memengaruhi mental saya. Pak Rudy lebih menekan saya secara spiritual. Yang sangat menyakiti saya, ada yang bilang bawa (geledah) ke rumah saja biar anaknya tahu kelakuan bapaknya," ujar Istiko.

Istiko merasa sengaja dipojokkan dan menyebut penggeledahan tersebut ilegal. Ancaman sengaja dilakukan untuk menekan dan memaksa agar Istiko mengakui perbuatannya.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id