comscore

Dituduh Bungkam Oknum, Ahmad Sahroni Kembali Laporkan Adam Deni

Siti Yona Hukmana - 01 Juli 2022 11:10 WIB
Dituduh Bungkam Oknum, Ahmad Sahroni Kembali Laporkan Adam Deni
Ahmad Sahroni saat menjadi bintang tamu di Podcast Deddy Corbuzier (SS YouTube)
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kembali melaporkan pegiat media sosial Adam Deni ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan dilayangkan pada Kamis, 30 Juni 2022. 

Informasi itu dibeberkan Sahroni melalui media sosial Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 sehari setelah membuat laporan. Ia menyebut Adam Deni dilaporkan karena telah menuduhnya membungkam sejumlah pihak. 
"Per hari ini saya melaporkan manusia yang menuduh saya membungkam pihak2 terkait dengan jumlah senilai 30 M hanya untuk membungkam," tulis politikus NasDem itu dalam unggahannya, Jumat, 1 Juli 2022. 

Dia melampirkan foto surat tanda terima laporan polisi dalam unggahan itu. Tercatat laporan teregister dengan nomor LP/B/0336/VI/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 30 Juni 2022. 

Sahroni melaporkan Adam dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau fitnah serta sejumlah pasal lain berkaitan dengan ujaran kebohongan. Menurut Sahroni, Adam Deni telah melanggar Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. 

Dugaan pelanggaran itu dilakukan Adam Deni di Pengadilan Negeri Jakarta Utara sekitar pukul 17.00 WIB pada 28 Juni 2022. Kala itu, Adam tengah menjalani persidangan kasus yang juga dilaporkan oleh Sahroni.

"Anda berkata kata seenak jidad tp anda ga sadari. bahwa perkataan anda bisa menyebabkan diri anda kena masalah hukum lanjutan...," ucap Sahroni dalam unggahannya.
 

Baca: Adam Deni Divonis 4 Tahun Penjara


Dia meminta masyarakat menyaksikan bersama proses hukum yang akan berlangsung terhadap Adam Deni.

Pengacara Sahroni, Arman Hanis membenarkan bahwa kliennya kembali melaporkan Adam Deni ke Bareskrim. Namun, dia belum dapat membeberkan duduk persoalan. 

"Iya benar," kata Arman saat dikonfirmasi. 

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut akan mengecek terlebih dahulu informasi laporan tersebut. "Nanti dicek dahulu," kata Ramadhan. 

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menyatakan Adam Deni dan Ni Made terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan transmisi ilegal dokumen rahasia milik anggota DPR Ahmad Sahroni, sehingga bisa diakses publik. Majelis Hakim kemudian menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp1 miliar kepada kedua terdakwa.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id