comscore

Penangkapan Tersangka Teroris di NTB Antisipasi Serangan Saat G20

Siti Yona Hukmana - 21 Juni 2022 16:35 WIB
Penangkapan Tersangka Teroris di NTB Antisipasi Serangan Saat G20
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Tiga tersangka terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 19 Juni 2022. Penangkapan itu untuk mengamankan kegiatan Presidensi G20 pada November 2022 mendatang. 

"Pengungkapan ini sesuai dengan arahan Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), dalam Presidensi G20 diharapkan tidak boleh ada insiden serangan atau aksi terorisme, karena akan mengubah image negara kita yang sedang menyelenggarakan kegiatan nasional," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juni 2022. 
Dedi mengatakan penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih melakukan pendalaman. Ketiga tersangka masih diperiksa intensif

"Karena kemungkinan dari hasil pengembangan ada tersangka baru," ujar jenderal bintang dua itu. 

Dedi memastikan akan menyampaikan perkembangan penyidikan ke awak media. Saat ini penyidik masih fokus pemeriksaan. 

Baca: 1 dari 3 Tersangka Teroris NTB Ikut Merakit Bom

Ketiga tersangka itu ialah SO alias AAF alias U; AS alias A; dan MH alias D alias B alias DB alias DA. SO dan AS merupakan residivis tindak pidana terorisme. SO ikut merakit bom rakitan (bom lontong) di rumah kontrakan JIPO alias Ibeng di Desa Kalora, Kec Poso, Pesisir Utara, Sulawesi Tengah. 

SO juga ikut merakit bom yang meledak di Pos Polisi Smaker Jalan Tanjungbulu, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso, Kota Utara, Kabupaten Poso pada 22 Oktober 2012.? Lalu, menyembunyikan informasi keberadaan Santoso yang saat itu masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam peristiwa penembakan anggota Polri di Bank BCA Palu pada 25 Mei 2011.?

AS berperan menyembunyikan daftar pencarian orang (DPO) tindak pidana terorisme, Fajar, pelaku penembakan anggota Polri atas nama Yamin di Bima. Fajar telah meninggal dunia. Sedangkan, MH diduga terlibat aktif mengikuti kajian tersangka SO usai bebas dari penjara. 

Materinya tentang Daulah bersama dengan kelompok MR yang telah ditangkap sebelumnya. MH juga melakukan idad fisik berupa long march dan mendaki gunung di beberapa lokasi di Kota Bima, serta diduga memiliki akses untuk pembuatan senjata tajam di Pandai Besi.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id