Satu Orang Jadi Tersangka Terkait Demo Rusuh di DPR

    Candra Yuri Nuralam - 18 Juli 2020 00:00 WIB
    Satu Orang Jadi Tersangka Terkait Demo Rusuh di DPR
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait kericuhan saat demo menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPR, Kamis, 16 Juli 2020. Sebelumnya, polisi menangkap 20 orang.

    "Baru satu yang kita tetapkan sebagai tersangka, ini juga sama masih kita dalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Yusri tak memerinci identitas tersangka. Polisi juga masih mendalami motif tersangka melakukan kericuhan.

    Dia menuturkan sebanyak 19 orang lainnya sudah dipulangkan. Mereka dipulangkan setelah dimintai keterangan 1x24 jam.

    "Sudah kita data perannya masing-masing. Kita cari yang paling berperan," ujar Yusri.

    Dua demo berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat Kamis siang, 16 Juli 2020. Peserta demo berasal dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).

    ANAK NKRI beranggotakan 174 organisasi masyarakat (Ormas). Tiga di antaranya adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Kelompok ini menolak RUU HIP.

    Sementara, massa penuntut penghentian pembahasan RUU Cipta Kerja tak hanya dari elemen buruh. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ikut turun dalam demonstrasi.

    Demontrasi berujung ricuh pada sore hari. Polisi berhasil mengurai kerusuhan tersebut.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id