KPK Tantang Erick Thohir Laporkan Dugaan Korupsi Pejabat BUMN

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Juli 2020 09:11 WIB
    KPK Tantang Erick Thohir Laporkan Dugaan Korupsi Pejabat BUMN
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. MI/Susanto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melaporkan dugaan korupsi oleh pejabat di perusahaan pelat merah itu. Erick mengaku menemukan 53 kasus rasuah di BUMN.

    "Sebaiknya Pak Erick enggak cuap-cuap saja. Beliau kan tahu alamat kantor KPK, malahan tercatat sudah dua kali berkunjung ke kantor KPK," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

    Nawawi mengatakan pengungkapan dugaan korupsi di tubuh BUMN bukan pertama kali disuarakan. Erick pernah menyebut ada mafia alat kesehatan (alkes) yang membuat penanganan virus korona (covid-19) di Indonesia terhambat.

    Namun, tak menutup kemungkinan KPK akan jemput bola meminta data dugaan rasuah kepada Erick. Sekaligus memulai penyelidikan bila ada kebenaran dari informasi yang disampaikan.

    (Baca: Erick Pastikan Rombak Jajaran Direksi-Komisaris Pupuk Indonesia)

    "Saya jadi tertarik untuk 'meminta' data tersebut dari beliau, mungkin luput dari pantauan dan monitoring KPK," ujar Nawawi.

    Sebelumnya, Erick Thohir menyebut bakal mengganti sejumlah direksi untuk membenahi kinerja BUMN. Apalagi banyak perusahaan pelat merah tersandung kasus korupsi lantaran fungsi BUMN tidak optimal.

    "Karena garis merahnya tidak jelas, akhirnya para direksi mencampuradukkan antara penugasan dan bisnis yang benar. Karena itu terjadi banyak kasus korupsi, beberapa tahun ini saja sudah ada 53 kasus korupsi di BUMN," kata Erick, dalam webinar, Kamis malam, 2 Juli 2020.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id