Penyuap Eks Gubernur Kepri Divonis 1,5 Tahun Bui

    Fachri Audhia Hafiez - 10 Februari 2020 17:55 WIB
    Penyuap Eks Gubernur Kepri Divonis 1,5 Tahun Bui
    Wiraswasta Kock Meng. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Wiraswasta Kock Meng divonis satu tahun enam bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia terbukti menyuap mantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun Rp45 juta dan SGD11 ribu (sekitar Rp113 juta).

    "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Iim Nurohim, dalam amar putusan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.

    Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa menuntut Kock Meng dua tahun bui.

    Kock Meng terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    Penyuap Eks Gubernur Kepri Divonis 1,5 Tahun Bui
    Sidang putusan Kock Meng. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez 

    Hukuman Kock Meng diberatkan lantaran perbuatan dia tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, dia menyesal, tidak pernah dihukum sebelumnya, berperilaku sopan, serta memiliki tanggungan keluarga.

    Kock Meng menyuap Nurdin terkait izin prinsip pemanfaatan ruang laut di kawasan Kepri. Suap diberikan agar Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri menandatangani surat izin prinsip pemanfaatan laut atas nama pemohon Kock Meng seluas 6,2 hektare.

    Kemudian surat izin prinsip pemanfaatan laut atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektare dan rencana memasukkan kedua izin prinsip tersebut ke daftar Rencana Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pantai dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K).  

    Penyuapan terjadi di rumah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Edy Sofyan. Tindakan rasuah itu diduga dilakukan secara bertahap antara April-Juli 2019.

    Kock Meng menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU KPK pikir-pikir. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id