comscore

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Diterbangkan ke Jakarta Sore Ini

Candra Yuri Nuralam - 20 Oktober 2021 12:35 WIB
Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Diterbangkan ke Jakarta Sore Ini
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri/Antara/M Risyal Hidayat.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal membawa Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra ke Jakarta sore ini. Andi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin perkebunan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

"Info sementara hari ini pesawat (yang membawa Andi berangkat) pukul 15:00 WIB dari Pekanbaru menuju Jakarta," ujar pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Oktober 2021.
Andi akan langsung ditahan selama 20 hari saat tiba di Gedung Merah Putih KPK. Dia akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu sebelum ditahan.

KPK menetapkan Bupati Kuansing Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan pemufakatan jahat terkait izin perkebunan.

Kasus ini bermula saat Sudarso mencoba menghubungi Andi agar perizinan hak guna usaha lahan kebun sawit yang dikelola perusahaannya direstui di wilayahnya. Saat itu, izin hak guna usaha kebun sawit perusahaan milik Suharso akan berakhir pada 2024.

Tak lama setelah permintaan itu, Sudarso dan Andi bertemu. Dalam pertemuannya, Andi menyebut perpanjangan hak guna usaha yang dibangun di wilayahnya membutuhkan uang minimal Rp2 miliar.

Baca: KPK Pastikan Dalami Aliran Dana Bupati Kuansing

KPK menduga dalam pertemuan itu tidak hanya membahas cara perpanjangan hak guna usaha yang dibangun. Sudarso juga memberikan sejumlah uang ke Andi dalam kesepakatannya. Uang itu diberikan dalam dua tahap.

Tahap pertama, Suharso memberikan Rp500 juta ke Andi sekitar September 2021. Pemberian kedua, Suharso menyerahkan Rp200 juta ke Andi pada 18 Oktober 2021. Total, Andi diduga telah mengantongi Rp700 juta dari Suharso.

Suharso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Andi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id