Tersangka Korupsi BLBi Sjamsul Nursalim Masuk DPO

    Fachri Audhia Hafiez - 03 Agustus 2019 05:35 WIB
    Tersangka Korupsi BLBi Sjamsul Nursalim Masuk DPO
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang - MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka kasus dugaan suap Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim masuk daftar pencairan orang (DPO). Pasalnya, Sjamsul hingga kini belum diketahui keberadaannya.

    "Iya sudah DPO," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Namun, Saut tidak menjelaskan lebih lanjut apakah istri Sjamsul, Itjih Nursalim juga termasuk dalam DPO. Saut menambahkan ia belum mengetahui surat DPO Sjamsul tersebut telah dikirim ke interpol.

    "Tapi kemaren dari Deputi sudah menyiapkan (surat putusan DPO) itu," ujar Saut.

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka. Keduanya juga sempat dipanggil untuk diperiksa namun tidak memenuhi panggilan tersebut. KPK menduga Sjamsul dan Itjih tengah berada di Singapura.

    Perkara ini dimulai ketika Syafruddin Arsyad Temenggung melakukan penghapusan piutang Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimiliki Sjamsul Nursalim sehingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,58 triliun.    

    Dalam putusan persidangan, Syafruddin disebut terbukti melakukan korupsi bersama dengan pihak lain yaitu Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim.

    Sementara itu, Syafruddin telah dibebaskan dari tuntutannya oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi, Selasa 9 Juli 2019. 


    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id