Tilang Elektronik Diharapkan Mampu Mendisiplinkan Masyarakat

    Siti Yona Hukmana - 09 Juli 2019 01:11 WIB
    Tilang Elektronik Diharapkan Mampu Mendisiplinkan Masyarakat
    Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di JPO Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)
    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik (e-TLE) sejak 1 November 2018. Kamera canggih itu bisa menilang masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas.

    "Dengan adanya pemasangan e-TLE ini kita berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas. Jadi, tanpa kehadiran polisi di lapangan pun rambu-rambu lalu lintas tetap dipatuhi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin, 8 Juli 2019. 

    Argo mengatakan, hadirnya e-TLE dapat mengurangi jumlah personel lalu lintas di jalan raya. Hal itu dapat menghindari adanya pungutan liar (pungli).

    "Kini, rambu-rambu lalu lintas lah yang menjadi acuannya. Jadi, kita bisa mendisiplinkan diri sendiri," ujar Argo. 

    Menurut Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu, jika masyarakat pengguna jalan bisa mendisiplinkan diri maka akan berdampak positif pada Jakarta. Seperti, banyaknya orang luar menaruh modal berbentuk usaha di Jakarta. 

    "Saya yakin banyak investor yang masuk ke Jakarta berbondong-bondong melihat kota Jakarta ini teratur dan aman," tuturnya.

    Baca juga: Seluruh Wilayah Jakarta Ditargetkan Terpasang Kamera Tilang Elektronik

    Argo menilai, kehadiran e-TLE merupakan wujud berkembangnya teknologi. Ibu Kota DKI Jakarta harus menggunakan teknologi itu agar tidak ketinggalan dengan kota dan negara lain. 

    "Ini adalah kemajuan yang kita lakukan dengan berkembanganya teknologi yamg semakin maju," ungkapnya. 

    Mulai Senin, 1 Juli 2019, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru. Yakni, bisa menilang dengan jenis pelanggaran tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan telepon genggam, ganjil genap dan kecepatan maksimal 40km/jam. Sebelumnya, jenis pelanggaran yang dapat terekam kamera CCTV itu hanya marka jalan dan lampu merah. 

    "Selama sepekan, paling banyak pelanggarannya tdak menggunakan seat belt (sabuk pengaman), kemudian menyetir sambil main handphone. Kita berharap semuanya ditaati," pungkas Argo.

    Baca juga: 270 Orang Ditilang karena Tak Pakai Sabuk Pengaman

    Sebelumnya, Kasubag Tekinfo Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Purwono Takasihaeng membeberkan jumlah pelanggaran selama sepekan yakni Senin, 1 hingga Minggu, 7 Juli 2019. Jumlahnya mencapai 1.440 pengendara.

    Sebanyak 824 melanggar karena tidak mengenakan sabuk pengaman, 306 pelanggar marka jalan terekam kamera e-Police. Sedangkan sisanya tertangkap kamera Check Point yang terdiri dari 252 pelanggar ganjil-genap, dan 54 pelanggar menggunakan telepon genggam.




    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id