Pengacara Penyerang Hakim Terancam Kehilangan Profesi

    M Sholahadhin Azhar - 19 Juli 2019 18:55 WIB
    Pengacara Penyerang Hakim Terancam Kehilangan Profesi
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
    Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rivai Kusumanegara menjelaskan konsekuensi pemukulan hakim yang dilakukan pengacara Tomy Winata. Ia memastikan ada sanksi etik untuk pengacara berinisial D ini.

    "Sanksi etik terdiri dari teguran ringan, teguran sedang, pemberhentian sementara dan pemberhentian tetap," ujar Rivai kepada Medcom.id, Jumat, 19 Juli 2019.

    Ia tak menjelaskan sanksi etik apa yang akan diganjarkan pada D. Keputusan sanksi merupakan wewenang Dewan Kehormatan Advokat.

    "Yang majelisnya terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi dan advokat senior," kata Rivai.

    Baca: Advokat Penyerang Hakim Jadi Tersangka

    Komisi Pengawas Advokat Peradi (KPAP) sudah mengumpulkan data pengacara itu. KPAP akan memeriksa D untuk mencari tahu respon atas putusan hakim.

    Pasalnya, D melakukan penyerangan usai mendengar putusan dibacakan. Mengingat dalam berkarir, D tercatat telah berpraktek selama 20 tahun dan pernah kalah dalam menangani perkara.

    Rivai menjelaskan kajian mengenai kasus D akan dilakukan secara komprehensif. Untuk itu, Peradi akan menggandeng Komisi Yudisial dan Badan Pengawas Mahkamah Agung.

    "Sehingga bisa dilakukan kajian bersama dalam penyusunan aturan Contempt of Court yang sedang digodok Mahkamah Agung," kata Rivai.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id