Terpidana Pembobol BNI Ingin Lawan Maria Pauline di Persidangan

    Siti Yona Hukmana - 25 Juli 2020 05:43 WIB
    Terpidana Pembobol BNI Ingin Lawan Maria Pauline di Persidangan
    Tersangka kasus pembobolan BNI, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah 17 tahun buron. Antara/Aditya Pradana Putra.
    Jakarta: Kepolisian memeriksa seorang terpidana kasus pembobolan dana BNI berinisial AHW. Saksi memberikan keterangan terkait Maria Pauliene Lumowa tanpa disumpah.

    "Saksi AHW tidak mau disumpah karena yang bersangkutan ingin hadir langsung nantinya dalam persidangan kasus MPL untuk melakukan perlawanan," kata kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Juli 2020.

    Namun, Ahmad tak memerinci maksud perlawanan tersebut. Dia menyebut pemeriksaan terhadap AHW dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2020 malam di Lapas Pondok Rajeg Cibinong. 

    Ada 30 pertanyaan yang diajukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Polisi juga rampung memeriksa Maria. 

    Baca: Masa Penahanan Maria Pauline Diperpanjang

    Maria merupakan salah satu tersangka pembobol dana BNI melalui L/C fiktif yang terjadi pada 2003. Negara dirugikan Rp1,7 triliun atas perbuatannya.

    Setelah 17 tahun buron, Maria akan menghadapi proses hukum atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal pidana penjara seumur hidup. 

    Teranyar, polisi juga mengenakan Maria Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aset-aset warga Belanda itu bakal ditelusuri.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id