Sumedang dan Bandung Lapor Penyaluran BLT ke KPK

    Candra Yuri Nuralam - 12 Mei 2020 07:27 WIB
    Sumedang dan Bandung Lapor Penyaluran BLT ke KPK
    Ilustrasi penggunaan anggara. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Kabupaten Bandung melaporkan rincian penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga terdampak wabah virus korona (covid-19) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan sebagai transparansi anggaran.

    “Prinsip penyalurannya adalah ketat, disiplin, dan tegas,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam konferensi video di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

    Doni menyebut tidak boleh ada warga yang kelaparan jika penyaluran dana ini lancar. Setiap desa nantinya akan dibantu dengan uang Rp5 juta per desa dan beras 100 kilogram per desa. Pemkab Sumedang juga bakal menyiapkan dapur umum setiap hari selama wabah covid-19.

    Dony merencanakan BLT Dana Desa mulai disalurkan Kamis, 14 Mei 2020. Dana yang dikeluarkan untuk penyaluran BLT itu sebesar Rp220 juta. Dana itu akan dibagikan ke sekitar 270 desa di Kabupaten Sumedang.

    "Untuk BLT Dana Desa di Kabupaten Sumedang, hingga 11 Mei 2020, telah tersedia dana sebanyak Rp60 miliar yang nantinya akan disampaikan kepada 33.800 Kepala Keluarga," ujar Dony.

    Warga penerima BLT Dana Desa di Sumedang akan menerima Rp600 ribu rupiah per bulan. Dana itu akan diberikan selama tiga bulan ke depan secara rutin.

    Dalam koordinasi itu, Dony juga menyampaikan dana yang telah digunakan daerahnya untuk menangani wabah korona kepada KPK. Total, Rp103,5 miliar sudah digunakan Kabupaten Sumedang untuk penanganan wabah virus korona.

    Jumlah terdiri atas, Rp58,3 miliar untuk penanganan kesehatan, Rp11,09 miliar untuk pemulihan ekonomi, Rp31,5 miliar untuk penyediaan Jaring Pengaman Sosial, dan Rp2,6 miliar untuk dana operasional Tim Gugus Tugas Kabupaten Sumedang.

    "Bantuan ini akan disalurkan kepada total 409.456 kepala keluarga," ujar Dony.

    Kabupaten Bandung melaporkan tiga desa telah diberikan bantuan. Ketiga desa itu juga sudah diverifikasi dan divalidasi untuk bisa dapat bantuan.

    Ketiga desa tersebut ialah Desa Cibiruwetan, Kecamatan Cileunyi sebanyak 190 kepala keluarga; Desa Biru, Kecamatan Majalaya sebanyak 177 kepala keluarga; dan Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu sebanyak 171 kepala keluarga.

    "Pencairan BLT Dana Desa diantarkan langsung ke rumah warga penerima," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana.

    Teddy mengatakan sampai saat ini masih banyak desa yang belum masuk tahap verifikasi dan validasi. Dana desa di Bandung tak bisa sembarangan diberikan untuk meminimalisasi adanya tindakan rasuah.

    "Karena kami ingin meminimalisasi terjadinya duplikasi anggaran atau jangan sampai ada satu orang menerima dari dua pos anggaran, sehingga kita hati-hati agar tak ada duplikasi”, ujar Teddy.

    Pemkab Bandung juga melaporkan penggunaan anggaran dari pos belanja tidak terduga dari realokasi APBD untuk memberikan bantuan ke warga. Total Rp72,4 miliar telah digunakan untuk memberikan bantuan.

    "Dana itu akan disalurkan kepada 789.023 kepala keluarga berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan sebanyak 221.361 kepala keluarga yang Non-DTKS," tutur Teddy.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini: https://www.medcom.id/corona



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id