Wewenang Kejagung Selesai di Kasus Korupsi Djoko Tjandra

    Siti Yona Hukmana - 04 Agustus 2020 18:39 WIB
    Wewenang Kejagung Selesai di Kasus Korupsi Djoko Tjandra
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia
    Jakarta: Wewenang Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra disebut telah rampung. Kejagung telah mengeksekusi penjahat kerah putih itu ke penjara.

    "Dengan eksekusi tersebut, tugas jaksa pada saat itu selaku eksekutor telah selesai. Mengenai penempatan Djoko Tjandra di mana pun sudah menjadi wewenang Direktorat Jendral Pemasyarakatan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di kantornya, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Hari mengatakan pelaksanaan ekseskusi narapidana Djoko Tjandra dilakukan pada Kamis, 30 Juli 2020. Ekseskusi dilakukan sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) dalam putusan perkara peninjauan kembali (PK) Kejagung terhadap Djoko Tjandra.

    "Ketika Bareskrim Mabes Polri menyerahkan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra, maka pada hari itu juga jaksa langsung melakukan eksekusi dan dituangkan dalam berita acara pelaksanaan ekseskusi yang ditanda tangani oleh terpidana Djoko Tjandra kemudian jaksa eksekutor dan Karutan Kelas 1 Jakpus," kata Hari.

    Baca: Tak Hadir Pemeriksaan Polisi, Anita Kolopaking ke LPSK

    Hari menegaskan Kejagung tidak melakukan penahanan. Melainkan, eksekusi terhadap putusan peninjauan kembali (PK) Nomor 12 Tahun 2009.

    "Jadi tidak ada istilah penahanan ya jadi eksekusi," tegas dia.

    Djoko Tjandra ditangkap Bareskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis, 30 Juli 2020. Kepolisian menyerahkan Djoko ke Kejagung pada Jumat, 31 Juli 2020.

    Saat penyerahan itu, Kejagung langsung mengeksekusi Djoko Tjandra. Buronan kelas kakap itu dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) Salemba cabang Mabes Polri di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

    Penempatan Djoko di Rutan Bareskrim Polri untuk memudahkan kepolisian melakukan penyelidikan terkait kasus penerbitan surat jalan palsu, surat bebas covid-19, dan aliran dana yang melibatkan oknum kepolisian. Djoko bakal dikembalikan ke Rutan Salemba setelah proses penyelidikan rampung.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id