Komplotan Pemalsu Surat Sehat Covid-19 Kembali Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 15 Mei 2020 19:11 WIB
    Komplotan Pemalsu Surat Sehat Covid-19 Kembali Ditangkap
    Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal
    Bali: Polda Bali kembali menangkap komplotan penjual surat keterangan bebas virus korona (covid-19). Kali ini, komplotan yang ditangkap menyasar pengguna Pelabuhan Gilimanuk.

    "Dijual ke para pengguna Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk dengan kisaran harga Rp100 ribu sampai dengan Rp300 ribu," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2020.

    Mereka, yakni Widodo, 37, Ivan Aditya, 35, Roni Firmansyah, 25, dan Putu Endra Ariawan, 30. Aksi pemalsu surat keterangan sehat covid-19 ini juga terbongkar setelah informasi jual beli surat sehat covid-19 viral di media sosial pada 12 Mei 2020. Komplotan pemalsu surat sehat covid-19 ini menyediakan surat untuk menembus penyekatan.

    "Saksi yang hendak menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk membenarkan informasi yang beredar itu," kata Syamsi.

    Baca: Komplotan Penjual Surat Sehat Covid-19 Palsu Ditangkap

    Polisi menangkap pelaku di kediamannya masing-masing pada Kamis, 14 Mei 2020 pukul 14.00 WITA. Keempatnya langsung diinterogasi. Tiap pelaku memiliki peran tersendiri.

    "Pelaku Ivan dan Roni mengaku telah menjual lima lembar surat seharga Rp100 ribu per lembar dan surat tersebut didapat dengan cara membeli dari pelaku Widodo seharga Rp25 ribu per lembar," beber Syamsi.

    Surat yang telah dibeli dari pelaku Widodo diperbanyak dengan memfotokopi di tempat percetakan milik Surya Wirahadi Pratama. Pelaku yang sebelumnya telah ditangkap.

    Widodo mengaku mendapatkan blangko surat kesehatan dengan memungut di depan Minimarket SWT Gilimanuk. Dia memperbanyak surat dengan Putu Endra Ariawa. Mereka berhasil menjual 10 lembar dengan harga Rp50 ribu per lembar ke para pengguna Pelabuhan Gilimanuk dan menjual kepada pelaku Ivan tiga lembar seharga Rp25 ribu per lembar.

    Dari penangkapan komplotan ini, polisi menyita dua lembar surat keterangan sehat dan satu printer L 210. Seluruh pelaku telah ditahan dan bakal dijerat Pasal 263 atau 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id