comscore

Kakek Dikeroyok hingga Meninggal, Kerumunan Buat Orang Lupa Daratan

MetroTV - 26 Januari 2022 12:06 WIB
Kakek Dikeroyok hingga Meninggal, Kerumunan Buat Orang Lupa Daratan
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mencoba menganalisis fenomena sosial yang telah terjadi berkali-kali di Indonesia. Salah satunya mengenai kasus pengeroyokan yang menimpa seorang kakek, 89, hingga menyebabkan meninggal dunia.

Menurutnya, dampak dari provokasi warga sangat memprihatinkan. Ketentuan untuk dilarang bermain hakim sendiri jika ada pelaku kejahatan yang tertangkap basah seakan tidak berlaku di Indonesia. 
"Kejadian ini bukan kali pertama di Indonesia dan merupakan fenomena yang terjadi di seluruh dunia," kata Devie, dalam tayangan Newsline di Metro TV, Selasa, 25 Januari 2022.

Ia menganalisis, masyarakat yang mudah mengadili seseorang dengan tangannya sendiri, merupakan bentuk solidaritas sosial. Sayangnya, solidaritas ini tidak diiringi dengan pengetahuan hukum. 

"Alhasil, warga terjerumus dalam sanksi hukum itu sendiri," kata dia.

Devie mengatakan munculnya empati sosial sebenarnya bagus, tapi dalam konteks yang positif. Terkadang, empati ini tumbuh tanpa pengetahuan yang cukup dan hanya keluar sebagai semangat untuk membela kelompok.

"Empati seperti ini adalah motif utama dari kasus main hakim sendiri," kata dia. 

Baca: Main Hakim Sendiri Bisa Jadi Bumerang

Devie menjelaskan cara agar semangat masyarakat untuk membela kelompoknya tidak salah sasaran dan menuai korban lebih banyak lagi. Yakni, perlu ada sosialisasi terkait landasan hukum agar setiap orang merasa aman.

"Sosialisasi ini ditindaklanjuti dengan kesadaran masyarakat untuk mengingatkan bahwa ketika ada teriakan ‘maling’, setidaknya satu dari kerumunan orang itu harus menahan keinginan warga untuk melakukan penegakan hukum sendiri," jelas Devie.

Kasus main hakim sendiri, kata dia, biasanya terjadi pada situasi tertentu. "Menariknya, ketika orang berada dalam kerumunan dan tidak muncul sebagai dirinya sendiri, mereka bisa saja melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai moral yang mereka yakini. Jadi lupa daratan,” ujar Devie. (Leres Anbara)


(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id